Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah, menegaskan hal ini adalah bagian dari transformasi perusahaan menjadi Development Finance Institution (DFI) yang lebih adaptif.
Sejak 2014, PT SMI sebenarnya sudah aktif di pasar surat utang. Mereka telah menerbitkan beragam instrumen, dari Green Bond, Sustainability Bond, hingga Sukuk. Bahkan tahun lalu, mereka meluncurkan zero-coupon bond pertama. Total dana yang berhasil dihimpun dari dalam negeri? Lebih dari Rp50 triliun. Angka yang tidak kecil, dan menunjukkan kredibilitas mereka di mata investor.
Soal strategi ke depan, Direktur Operasional dan Keuangan PT SMI, Aradita Priyanti, punya penjelasan.
Dengan peringkat AAA dari Pefindo, posisi PT SMI terbilang kokoh. Mereka punya modal kepercayaan yang kuat. Ke depan, komitmennya adalah memperkuat peran sebagai DFI yang berpegang pada tata kelola baik, integritas, dan tentu saja, orientasi jangka panjang. Pembangunan inklusif bukan lagi wacana, tapi sedang diupayakan jadi kenyataan.
Artikel Terkait
MNC Asset Management Raih Lima Penghargaan Reksa Dana dalam Satu Ajang
Surge Gandeng FiberHome dan Baicells untuk Percepat Jaringan 5G FWA 1,4 GHz di Indonesia
MNC Sekuritas Gelar Investor Gathering 2026, Bahas Peluang di Pasar Global
Dolar AS Meroket ke Level Tertinggi Tiga Bulan, Investor Berlindung dari Ketegangan Timur Tengah