Lalu bagaimana dengan neracanya? Di satu sisi, posisi kas dan setara kas mereka justru melonjak 32% menjadi Rp6,75 triliun. Tapi di sisi lain, liabilitasnya membengkak cukup signifikan, naik 8,6% menjadi Rp97,6 triliun. Dengan ekuitas yang tercatat Rp62,4 triliun, rasio utang terhadap ekuitas (DER) Jasa Marga berada di angka 1,56 kali.
Beban keuangan yang mencapai Rp3,6 triliun sepanjang tahun lalu jelas jadi konsekuensinya. Pemicunya? Utang bank yang outstanding-nya menembus Rp72,4 triliun dan utang obligasi sebesar Rp2,5 triliun.
Reaksi pasar pun tak bisa dihindari. Pengumuman kinerja ini langsung direspons negatif oleh para investor. Hingga siang tadi, saham JSMR terpangkas 3,6% ke level Rp3.470 per lembar. Kapitalisasi pasarnya pun menyusut jadi sekitar Rp25 triliun.
Sepertinya, Jasa Marga masih punya pekerjaan rumah yang berat untuk mengembalikan kepercayaan pasar di tahun-tahun mendatang.
Artikel Terkait
BEI dan KSEI Mulai Publikasi Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen
OJK Pacu Reformasi BEI, Targetkan Selesai Lebih Cepat dari Jadwal MSCI
Pasar Saham Korea Anjlok 7,24%, Terburuk dalam 19 Bulan Akibat Ketegangan Timur Tengah
Saham OILS Melonjak 12% di Tengah Konflik Timur Tengah Meski Tak Berkaitan dengan Minyak Bumi