Serangan AS-Israel ke Iran Picu Pelemahan Pasar Saham Asia dan Lonjakan Harga Energi

- Selasa, 03 Maret 2026 | 09:20 WIB
Serangan AS-Israel ke Iran Picu Pelemahan Pasar Saham Asia dan Lonjakan Harga Energi

Pasar saham Asia masih lesu di awal sesi Selasa (3/3/2026). Sentimen investor jelas terganggu. Serangan gabungan AS dan Israel ke Iran kemarin masih terus bergema, bukan cuma di peta geopolitik, tapi juga di layar monitor para trader yang khawatir akan dampaknya pada harga energi dan stabilitas ekonomi global.

Indeks MSCI Asia Pasifik (di luar Jepang) tercatat anjlok 1 persen, melanjutkan tren merah untuk hari kedua. Korea Selatan jadi yang terparah, dengan indeks utama merosot 2,28 persen. Sementara itu, Nikkei 225 di Tokyo juga tak kalah suram, turun 1,34 persen.

“Ketidakpastian kebijakan ekonomi sudah tinggi dan kini dengan konflik Iran, risiko geopolitik juga diperkirakan meningkat,”

Begitu kata Rupal Agarwal, strategis kuantitatif Asia di Bernstein, Singapura, seperti dikutip Reuters.

Dia lalu mengingatkan, “Terakhir kali keduanya melonjak bersamaan terjadi pada 2022 saat konflik Rusia-Ukraina, dan itu tidak berdampak baik bagi pasar Asia.”

Pernyataan itu sepertinya langsung direfleksikan oleh bursa regional. Shanghai Composite tergerus 0,29 persen, Hang Seng Hong Kong sedikit melemah 0,10 persen, dan ASX 200 Australia berkurang cukup signifikan, 1,29 persen. Bahkan kontrak berjangka S&P 500 e-mini ikut terimbas, turun 0,2 persen.

Di sisi lain, Wall Street sempat menunjukkan ketahanan di sesi sebelumnya. Setelah bergejolak seharian, S&P 500 berhasil bangkit dari level terendahnya dan ditutup hampir datar. Nasdaq malah naik 0,4 persen, diduga karena ada aksi beli saat harga turun menyusul kabar konflik yang meluas hingga ke Lebanon.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar