Jakarta Menjelang Ramadan 2026, Polytron kembali menggelar kampanye sosial bertajuk KilometerKebaikan. Intinya sederhana: setiap kilometer yang ditempuh pengendara motor listrik mereka bakal diubah jadi donasi. Bayangkan, dari rutinitas berkendara sehari-hari, bisa lahir kebaikan untuk mereka yang membutuhkan.
Program ini berjalan mulai 18 Februari hingga pertengahan Maret tahun depan. Targetnya, dana terkumpul bisa menyentuh angka Rp200 juta. Nah, untuk setiap satu kilometer yang tercatat, Polytron menyiapkan konversi donasi sebesar Rp50.
Menurut Ilman Fachrian Fadly, Head of Group Product EV 2-Wheels Polytron, optimisme meningkatnya target tahun ini punya alasan yang kuat.
“Ini tahun kedua KilometerKebaikan digelar. Tahun lalu kami berhasil kumpulkan sekitar Rp150 juta. Sekarang, basis pengguna motor listrik kami sudah hampir 42.000 orang. Pertumbuhan itu yang jadi dasar keyakinan kami untuk menaikkan target,” jelas Ilman melalui rilis resmi.
Komunitas penggunanya, yang disebut PEVR atau Polytron Electric Vehicle Riders, memang tersebar luas. Mereka tak cuma sekadar grup diskusi, tapi lambat laun menjelma jadi kekuatan kolektif. Dari situlah, dampak sosial seperti program ini diharapkan bisa benar-benar terwujud.
Lalu, kemana dana itu dialirkan? Semua hasil donasi akan disalurkan via yayasan Happy Hearts Indonesia. Fokusnya pada pembenahan fasilitas pendidikan di PAUD Surya Anugerah, yang terletak di Desa Sillu, Nusa Tenggara Timur.
PAUD itu berdiri sejak 2016, namun kondisinya masih memprihatinkan. Ruang belajar serba terbatas, sirkulasi udara dan pencahayaan kurang memadai. Belum lagi perabotan, alat permainan edukatif, hingga fasilitas sanitasi yang masih sangat perlu diperbaiki. Di sinilah KilometerKebaikan diharapkan bisa memberi secercah perubahan.
Bagi yang ingin berpartisipasi, caranya cukup mudah lewat aplikasi Polytron EV di ponsel. Pertama, buka aplikasinya. Cari banner donasi “Kilometer Kebaikan” dan klik ‘Join Donasi’. Nanti, selama periode kampanye berlangsung, setiap kilometer perjalananmu akan otomatis tercatat dan dikonversi jadi rupiah. Gampang, kan?
Jadi, selain mengurangi emisi dengan berkendara listrik, pengendara juga bisa langsung berkontribusi lewat setiap jarak yang ditempuh. Sebuah langkah kecil yang, jika dilakukan bersama-sama, hasilnya bisa sangat berarti.
Artikel Terkait
Ribuan Pelari Siap Ramaikan Kemala Run 2026 di Bali
Jusuf Kalla Bantah Tuduhan Penistaan Agama, Klaim Ceramahnya Dipotong dan Disalahartikan
DPW NasDem Jabar Gelar Halalbihalal, Dedi Mulyadi Soroti Pemerataan Pembangunan
Penembakan di Kyiv Tewaskan Lima Orang, Empat Sandera Berhasil Diselamatkan