Masalahnya, sebagian besar pinjaman ini bersumber dari pasar kredit swasta. Pasar ini terkenal kurang transparan dan likuid dibandingkan pasar publik. Karakteristik seperti itu membuatnya jauh lebih rentan macet saat ada guncangan dalam sistem keuangan.
David Owen, Ekonom utama Saltmarsh Economics, memberikan peringatan keras.
“Jangan sampai melupakan segala hal yang terjadi di pasar kredit, di mana selisih suku bunga dalam beberapa kasus sangat tipis. Dan risiko yang sudah diketahui meski sulit diukur yang dalam beberapa pekan terakhir semakin mencuat ke permukaan, yaitu pasar swasta dan paparan bank melalui portofolio pinjaman mereka terhadap lembaga keuangan non-bank,” ujarnya.
Suasana pasar saat ini tegang. Investor jelas sedang menahan napas, menunggu perkembangan lebih lanjut.
Artikel Terkait
IHSG Diproyeksi Terkoreksi, Dibayangi Capital Outflow dan Inflasi 4,76%
IHSG Menguat 0,54% di Awal Sesi, Rebound Usai Tekanan
Harga Emas Antam Turun Rp13.000 per Gram di Butik Setiabudi
Serangan AS-Israel ke Iran Picu Pelemahan Pasar Saham Asia dan Lonjakan Harga Energi