"Di titik inilah rencana ekspansi armada GTSI menjadi langkah yang sangat krusial,"
ujarnya.
Secara internal, langkah ini juga dianggap sebagai penyempurna terakhir untuk fundamental bisnis GTSI di awal 2026. Setelah berhasil mengonsolidasikan tata kelola agar selaras dengan induk usahanya, PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI), perusahaan ini menunjukkan ruang gerak yang agresif dan adaptif.
Kavonic memberi catatan penutup yang optimis. Menurutnya, perpaduan antara momentum krisis geopolitik dan kesiapan infrastruktur logistik GTSI menciptakan sebuah fenomena.
"Perpaduan antara momentum krisis geopolitik yang mengerek harga energi dan kesiapan infrastruktur logistik yang terus diekspansi ini menempatkan rekam jejak operasional GTSI sebagai salah satu fenomena fundamental paling solid untuk dicermati di sektor maritim tahun ini,"
pungkasnya.
Jadi, di balik awan gelap krisis, GTSI justru sedang menyiapkan kapal-kapalnya untuk berlayar menuju angin peluang. Hasilnya? Kita lihat saja nanti.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 2,65% Imbas Ketegangan Iran-Israel, Sektor Energi Melonjak
PJHB Ganti Galangan Kapal Ketiga, Beralih ke TSU karena Harga Lebih Kompetitif
Sido Muncul Catat Laba Bersih Rp1,23 Triliun di 2025 Didorong Ekspor yang Melonjak 31%
KISI Challenge Berakhir, BYD Denza D9 dan Hermès Birkin 25 Diberikan ke Pemenang