Nah, yang jadi pertanyaan banyak pihak: apa rencana ke depan? Apakah perusahaan akan diubah total?
"JSI Sinergi Mas juga menegaskan tidak memiliki rencana untuk melikuidasi perseroan, mengubah kebijakan dividen, melakukan delisting dari Bursa Efek Indonesia, maupun mengubah status LAPD menjadi perusahaan tertutup,"
Begitu penegasan manajemen JSI Sinergi Mas, Senin (2/3/2026). Mereka bilang, kalau pun nanti ada rencana perubahan, semua akan dilakukan dengan mengikuti aturan yang berlaku secara ketat.
Perlu diingat, penawaran ini punya pengecualian. Saham-saham yang jadi bagian transaksi akuisisi sebelumnya tidak termasuk. Begitu pula dengan saham milik investor yang secara tertulis sudah menyatakan mundur dan tak mau ikut serta dalam MTO ini.
Semua kini tinggal menunggu respons dari pasar. Apakah pemegang saham publik tertarik melepas sahamnya di harga Rp51 itu? Waktu yang akan menjawabnya.
Artikel Terkait
IHSG Terperosok ke Zona Merah Imbas Eskalasi Konflik Timur Tengah
GoTo Beri Klarifikasi Soal Harga Saham di Sidang Korupsi Chromebook
BEI Bekukan Perdagangan Saham TIRT Usai Kenaikan Hampir 100% dalam Sebulan
Saham Batu Bara Meroket, Dipicu Ketegangan Timur Tengah dan Prospek Permintaan Global