RMK Energy Kembali Lakukan Buyback Saham Senilai Rp 9,86 Miliar

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 14:50 WIB
RMK Energy Kembali Lakukan Buyback Saham Senilai Rp 9,86 Miliar

RMK Energy (RMKE) baru saja mencatatkan aksi beli kembali sahamnya lagi. Kali ini, pada 27 Februari lalu, perusahaan membeli 2,55 juta lembar saham dengan nilai total hampir Rp 9,86 miliar. Angka ini mungkin terdengar besar, tapi sebenarnya hanya setara 0,06% dari total saham perusahaan yang tercatat di bursa.

Menurut keterangan resmi yang dirilis ke BEI, Sekretaris Perusahaan RMKE, Muhtar, menjelaskan transaksi itu dilakukan dengan harga rata-rata Rp 3.868,77 per lembar saham.

"Nominal atau jumlah buyback tersebut setara 0,06 persen dari jumlah saham yang tercatat di BEI," katanya.

Dengan langkah terbaru ini, akumulasi buyback RMKE sudah mencapai 7,22 juta saham. Nilainya? Sekitar Rp 29,72 miliar per tanggal yang sama. Artinya, masih ada sisa dana yang cukup besar untuk melanjutkan program ini, yakni Rp 170,28 miliar.

Sebenarnya, ini bukan aksi pertama mereka dalam sebulan terakhir. Coba lihat ke belakang sedikit. Pada 25 Februari, RMKE sudah membeli 2,3 juta saham senilai Rp 9,96 miliar. Sebelumnya lagi, tepatnya 13 Februari, mereka juga melakukan hal serupa untuk 2,37 juta lembar saham dengan anggaran Rp 9,89 miliar. Harga belinya waktu itu lebih tinggi, berkisar di angka Rp 4.160 per saham.

Semua ini adalah bagian dari rencana yang sudah diumumkan sebelumnya. Manajemen RMKE memang berniat melakukan buyback dengan pagu maksimal Rp 200 miliar. Program ini sendiri rencananya berjalan selama tiga bulan, mulai 2 Februari hingga 1 Mei 2026 mendatang.

"Jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 20 persen dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan," ujar manajemen RMKE dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (30/1/2026).

Yang menarik, dana untuk membeli kembali saham-saham ini sepenuhnya berasal dari kas internal perusahaan. Menurut pihak manajemen, langkah ini tidak akan menambah beban utang atau biaya pembiayaan sama sekali. Mereka juga cukup yakin bahwa pengeluaran kas ini tidak akan mengganggu operasional bisnis sehari-hari.

"Pelaksanaan pembelian kembali saham juga tidak memengaruhi kemampuan perseroan dalam memenuhi kewajiban keuangannya serta tidak berdampak negatif terhadap kelangsungan usaha perseroan," katanya.

Lalu, apa yang terjadi dengan saham-saham yang sudah dibeli kembali itu? Nah, saham-saham itu akan berstatus sebagai 'saham treasuri'. Status ini punya konsekuensi. Selama masih tercatat sebagai treasuri, saham tersebut kehilangan hak suaranya dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Tak hanya itu, dividen pun tidak akan dibagikan untuk saham dalam kategori ini.

"Selain itu, saham-saham tersebut juga tidak berhak mendapat dividen," ujarnya.

Jadi, meski nilai transaksinya besar, RMKE tampaknya sedang bermain aman. Mereka menggunakan uang tunai yang ada, tanpa utang, dan berusaha menjaga kelancaran operasi. Tinggal dilihat nanti, apakah sisa dana Rp 170 miliar lebih itu akan habis digunakan sebelum batas waktu di bulan Mei.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar