Kebakaran dini hari di Tanjung Duren Utara, Jakarta Barat, menelan korban jiwa satu keluarga. Lima orang tewas terjebak di dalam rumah mereka sendiri. Dari keterangan petugas, ada satu hal yang menyita perhatian: teralis besi yang terpasang kokoh di rumah itu.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah, dengan lugas mengungkapkan kendala yang dihadapi petugas pemadam.
"Satu hal yang menjadi perhatian kita, sejujurnya bahwa rumah tersebut memang ada teralis besi. Ini menyulitkan juga proses (pemadaman),"
Ujarnya, seperti dilaporkan Antara, Sabtu (18/4/2026).
Menurutnya, jeruji besi itu bukan cuma menghambat pemadaman, tapi juga menutup jalan evakuasi. Situasi ini membuatnya berpikir ulang soal banyaknya rumah berpagar besi di wilayahnya. Memang untuk keamanan, tapi nyatanya bisa jadi bumerang saat darurat.
"Sehingga kita berharap juga nanti mungkin bisa menjadi perhatian, memang untuk keamanan, tetapi akan menyulitkan juga ketika ada evakuasi,"
tambah Iin.
Dugaan sementara, api mulai berkobar dari lantai satu. Kelima korban yang tinggal di dalam berusaha menyelamatkan diri dengan naik ke lantai dua. Sayangnya, itu justru menjadi jalan buntu.
"Mungkin pada saat dia turun ini, korban tidak bisa keluar lagi karena sudah terkepung api,"
kata Iin, menduga upaya mereka turun kembali sudah terlambat.
Ia pun mengimbau masyarakat. Memasang teralis boleh saja, tapi pertimbangkan matang-matang risikonya. Bagaimana jika suatu saat Anda perlu keluar dengan cepat?
Di sisi lain, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki. Meski begitu, indikasi awal mengarah pada arus pendek listrik.
"Hari ini juga kita lihat penyebabnya adalah listrik, kondisi listrik, yang masih terus didalami dari sisi investigasi sebab utama dari korsleting listrik tersebut,"
jelasnya.
Peristiwa nahas ini terjadi Jumat (17/4) dini hari, tepatnya sekitar pukul 02.18 WIB. Lokasinya di Jalan Rambutan Timur 6, Grogol Petamburan.
Kasiops Sudin Gulkarmat Jakbar, Achmad Saiful Kahfi, mengonfirmasi detailnya.
"Objek kebakaran rumah tinggal. Korban jiwa 5 orang,"
katanya, Jumat lalu.
Saat laporan pertama masuk, respon pun digelar cepat. Delapan unit mobil damkar dengan 40 personel diterjunkan ke lokasi. Mereka lah yang kemudian menemukan para korban saat menyisir puing-puing dan ruangan yang hangus terbakar.
Sebuah tragedi yang mestinya bisa jadi pelajaran bagi banyak orang.
Artikel Terkait
Polisi Gerebek Lagi Lokasi Pengoplosan LPG di Cileungsi
PDRB Jatim Tembus Rp3.403 Triliun, Kontribusi ke Nasional Capai 14,4%
Gus Ipul: Program Sekolah Rakyat Tunjukkan Hasil, Siswa Lebih Percaya Diri dan Berkarakter
Prodia Resmikan Klinik Stem Cell Pertama, Fokus pada Pengobatan Ortopedi