IHSG Menguat, Namun MSIN dan APIC Anjlok Lebih dari 20% dalam Seminggu

- Sabtu, 18 April 2026 | 11:50 WIB
IHSG Menguat, Namun MSIN dan APIC Anjlok Lebih dari 20% dalam Seminggu

Pasar saham pekan lalu memang ditutup dengan IHSG menguat 2,35 persen ke level 7.634. Tapi, di balik sentimen hijau itu, ada cerita lain yang berlangsung. Tekanan jual ternyata masih menghantui sejumlah emiten, sampai-sampai mereka masuk dalam daftar 'top losers' untuk periode 13-17 April 2026.

Bursa Efek Indonesia mencatat, penurunan terbesar justru dialami oleh saham PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN). Saham ini anjlok cukup dalam, merosot 29,55 persen ke level Rp930. Posisi runner-up ditempati PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) yang juga terpukul, menyusut lebih dari 21 persen.

Kalau dilihat, deretan saham yang melemah ini berasal dari berbagai sektor. Mulai dari keuangan, teknologi, hingga konsumsi. PT Distribusi Voucher Nusantara (DIVA) misalnya, melemah 15,18 persen. Sementara PT Optima Prima Metal Sinergi (OPMS) tak kalah terpuruk, tergelincir 14,63 persen.

Ada nama yang cukup familiar di telinga investor retail juga masuk dalam daftar ini. PT Nippon Indosari Corpindo (ROTI) tercatat terkoreksi 11,80 persen. Bersama dengan PT Pudjiadi & Sons (PNSE) yang melemah 11,59 persen, mereka ikut menambah panjang daftar pekan yang berat.

Di sisi lain, penurunan untuk saham PT Makmur Berkah Amanda (AMAN) ternyata bukan yang terparah, meski sempat disebut di awal. Dengan penyusutan 9,26 persen ke Rp294, AMAN justru menempati posisi buncit dalam sepuluh besar saham yang pelemahannya terbatas.

Berikut ini daftar lengkap 10 saham dengan pelemahan terbesar sepekan, berdasarkan statistik BEI per Sabtu (18/4/2026):

1. MSIN: -29,55% ke Rp930

2. APIC: -21,41% ke Rp1.230

3. DIVA: -15,18% ke Rp162

4. OPMS: -14,63% ke Rp140

5. KUAS: -13,48% ke Rp122

6. ROTI: -11,80% ke Rp710

7. PNSE: -11,59% ke Rp610

8. INOV: -11,51% ke Rp123

9. BPTR: -9,47% ke Rp86

10. AMAN: -9,26% ke Rp294

Pergerakan ini menunjukkan bahwa meski indeks secara keseluruhan naik, risiko selektif di tingkat saham individual tetap tinggi. Investor tampaknya masih sangat berhati-hati memilih tempat menaruh dananya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar