Dari sisi angka, bisnis ini terlihat menjanjikan. Perhitungan keungannya menunjukkan IRR mencapai 26,44 persen angka yang jauh di atas parameter normal yang hanya 9,76 persen. Soal modal, diperkirakan bakal kembali dalam waktu sekitar 5 tahun 7 bulan.
Tapi tentu saja, semua ini butuh restu dari pemegang saham. Untuk itu, perseroan telah menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada awal April 2026 mendatang. Di situlah keputusan akhir akan diambil.
Di sisi lain, perusahaan meyakini ekspansi ini punya nilai tambah ganda. Selain membuka revenue stream baru, juga mengoptimalkan limbah dari bisnis utamanya. Mereka juga klaim sudah punya tenaga ahli yang mumpuni untuk menjalankan operasional bisnis barunya nanti.
Jadi, kita lihat saja bagaimana kelanjutannya. Jika disetujui, ini akan jadi babak baru bagi Sari Roti yang selama ini identik dengan aroma oven dan toko roti.
Artikel Terkait
Danantara Godok Skema Holding Maskapai Garuda, Citilink, dan Pelita Air
IHSG Menguat Tipis ke 8.235,49 Didorong Aksi Beli di Saham-Saham Emiten Tertentu
Rupiah Melemah ke Rp16.787, Dihantui Ketegangan Geopolitik dan Tarif AS
Cimory Catat Laba Bersih Rp2,03 Triliun di 2025, Tumbuh 33,8 Persen