Targetnya pun sudah ditetapkan. Untuk tahun 2026, EMAS memproyeksikan produksi emas dari Pani Gold Mine berada di kisaran 110 ribu hingga 115 ribu ounces.
Namun begitu, ambisi perusahaan tak berhenti di situ. Ada strategi jangka menengah yang sedang digeber, yakni percepatan pembangunan fasilitas CIL. Fasilitas ini nantinya akan melengkapi operasi heap leach yang sudah berjalan. Jika semuanya terintegrasi dengan baik, ini bisa jadi kunci pencapaian produksi optimal sekitar setengah juta ounce emas per tahun.
Bayangkan, dari heap leach kemudian bertahap naik ke CIL, output produksi diharapkan bisa melesat signifikan dalam jangka panjang.
Di sisi lain, Boyke juga menekankan komitmen operasional yang bertanggung jawab. Semua dijalankan sesuai prinsip Good Mining Practices dan tentu saja, standar lingkungan, sosial, serta tata kelola (ESG) yang ketat.
"Dengan sumber daya lebih dari 7 juta ounces dan profil biaya yang kompetitif, Pani diproyeksikan menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan produksi dan arus kas Grup Merdeka dalam beberapa tahun mendatang," pungkasnya.
Proyeksi itu yang kini dinanti-nantikan pasar. Sebab, pengiriman perdana ini ibarat lampu hijau bahwa segala rencana besar itu mulai bergerak dari konsep ke realisasi.
Artikel Terkait
Angka Kecelakaan Kerja Indonesia Capai 300.000 Kasus pada 2024
Pembangunan Pabrik Baru SCNP di Bogor Capai 70 Persen
IHSG Anjlok 1,44%, Saham MSKY dan JAYA Melonjak di Atas 34%
Rupiah Menguat ke Rp16.759 Didorong Harap Perundingan AS-Iran