Hanya dia yang tersisa. Ibrahim, putra Abu Ubaidah, kini menjadi satu-satunya anggota keluarganya yang masih bernapas. Dalam sebuah tulisan yang menyayat, ia mengungkapkan bahwa seluruh keluarganya telah gugur sebagai syuhada. Hanya dirinya yang masih hidup.
Rasa kehilangan itu terasa begitu dalam. "Seandainya aku bersama mereka," tulisnya, penuh penyesalan yang tak terperi, "aku pasti sudah meraih kemenangan besar."
Kata-katanya mengalir, menyebut satu per satu nama yang telah pergi:
Ibuku yang syahid, Israa Ghassan Jabr “Umm Ibrahim”.
Ayahku yang gugur sebagai syahid, Hudhayfah Samir Al-Kahlout “Abu Ibrahim” (Abu Ubaidah).
Saudariku yang gugur sebagai syahid, Layan Al-Kahlout.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Mundur dari Ketua Umum IPSI di Munas ke-16
Mentan Proyeksikan Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton, Dorong Hilirisasi Inovasi Kampus
Remaja 14 Tahun Hilang di Hutan Mamuju, Pencarian Gabungan Masih Berlangsung
Truk Skylift Dinas Perhubungan Gianyar Hangus Terbakar Diduga Akibat Korsleting