Hanya dia yang tersisa. Ibrahim, putra Abu Ubaidah, kini menjadi satu-satunya anggota keluarganya yang masih bernapas. Dalam sebuah tulisan yang menyayat, ia mengungkapkan bahwa seluruh keluarganya telah gugur sebagai syuhada. Hanya dirinya yang masih hidup.
Rasa kehilangan itu terasa begitu dalam. "Seandainya aku bersama mereka," tulisnya, penuh penyesalan yang tak terperi, "aku pasti sudah meraih kemenangan besar."
Kata-katanya mengalir, menyebut satu per satu nama yang telah pergi:
Ibuku yang syahid, Israa Ghassan Jabr “Umm Ibrahim”.
Ayahku yang gugur sebagai syahid, Hudhayfah Samir Al-Kahlout “Abu Ibrahim” (Abu Ubaidah).
Saudariku yang gugur sebagai syahid, Layan Al-Kahlout.
Saudariku yang gugur sebagai syahid, Minnatullah Al-Kahlout.
Saudaraku yang gugur sebagai syahid, Yaman Al-Kahlout.
Narasi itu kemudian menjadi lebih personal, lebih menghantam. Ibrahim menggambarkan betapa dekatnya momen itu. "Hanya ada beberapa meter jarak antara aku dan kamu," kenangnya. Bahkan lebih dari itu, ia menggambarkan sebuah ikatan terakhir yang tak akan terlupa: "Aku berpegangan erat pada saudaraku Yaman. Dia gugur sebagai syahid sambil memegang tanganku."
Namun begitu, di tengah kepedihan yang tak terbayangkan, ada sebuah ketetapan yang ia coba terima. "Allah telah menetapkan hidup bagiku," tulisnya, mencoba menemukan makna. "Karena Allah berkuasa atas urusan-Nya, meskipun kebanyakan orang tidak mengetahuinya."
Peristiwa yang melatari kesedihan ini terjadi pada Agustus 2025. Saat itu, Abu Ubaidah, juru bicara Brigade Al-Qassam yang terkenal itu, sedang berkumpul bersama keluarganya. Serangan bom Israel menghantam mereka. Dari seluruh keluarga, hanya Ibrahim, sang putra, yang selamat. Sebuah fakta pahit yang kini ia tanggung sendirian.
Artikel Terkait
Pemuda di Jombang Alami Luka Parah Usai Petasan Meledak Saat Malam Iduladha
Petani Muda di Luwu Utara Jadi Korban Pembusuran saat Cari Pelaku yang Serang Adiknya, Dua Orang Diamankan
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Sulawesi Selatan Siang Ini
Presiden Prabowo Tiba di Paris, Akan Salat Idul Adha Bersama WNI di Prancis