Hanya dia yang tersisa. Ibrahim, putra Abu Ubaidah, kini menjadi satu-satunya anggota keluarganya yang masih bernapas. Dalam sebuah tulisan yang menyayat, ia mengungkapkan bahwa seluruh keluarganya telah gugur sebagai syuhada. Hanya dirinya yang masih hidup.
Rasa kehilangan itu terasa begitu dalam. "Seandainya aku bersama mereka," tulisnya, penuh penyesalan yang tak terperi, "aku pasti sudah meraih kemenangan besar."
Kata-katanya mengalir, menyebut satu per satu nama yang telah pergi:
Ibuku yang syahid, Israa Ghassan Jabr “Umm Ibrahim”.
Ayahku yang gugur sebagai syahid, Hudhayfah Samir Al-Kahlout “Abu Ibrahim” (Abu Ubaidah).
Saudariku yang gugur sebagai syahid, Layan Al-Kahlout.
Artikel Terkait
Mentan Ancam Alihkan Anggaran Daerah yang Tak Serius Cetak Sawah
Komnas HAM Tegaskan Kritik Kebijakan Pemerintah Adalah Hak yang Harus Dijamin
Laporan Ungkap Aliran Dana Terduga Teroris Lewat Binance, Pegawai Penyelidik Malah Diberhentikan
Tren Bukber Ramadan di Makassar Beralih ke Restoran dengan Konsep Estetik