Hanya dia yang tersisa. Ibrahim, putra Abu Ubaidah, kini menjadi satu-satunya anggota keluarganya yang masih bernapas. Dalam sebuah tulisan yang menyayat, ia mengungkapkan bahwa seluruh keluarganya telah gugur sebagai syuhada. Hanya dirinya yang masih hidup.
Rasa kehilangan itu terasa begitu dalam. "Seandainya aku bersama mereka," tulisnya, penuh penyesalan yang tak terperi, "aku pasti sudah meraih kemenangan besar."
Kata-katanya mengalir, menyebut satu per satu nama yang telah pergi:
Ibuku yang syahid, Israa Ghassan Jabr “Umm Ibrahim”.
Ayahku yang gugur sebagai syahid, Hudhayfah Samir Al-Kahlout “Abu Ibrahim” (Abu Ubaidah).
Saudariku yang gugur sebagai syahid, Layan Al-Kahlout.
Artikel Terkait
BMKG Prakirakan Cuaca Bervariasi, Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Daerah di Sulsel
Damkar Mamuju Evakuasi Piton 6 Meter yang Memangsa Kambing Warga
BMKG Prakirakan Cuaca Makassar Berawan Sepanjang Hari Minggu
KPK Tetapkan Bupati Tulungagung Tersangka Pemerasan Rp5 Miliar ke Pejabat Bawahan