Di segmen komersial, kawasan bisnis BSD City diproyeksikan mendominasi dengan kontribusi sekitar Rp1,8 triliun. Proyek komersial di township lain dan Apartemen Southgate juga diharapkan ikut menyokong angka tersebut.
Perlu dicatat, BSDE juga aktif menjalin kemitraan. Beberapa proyek seperti Nava Park, Hiera, dan The Zora sudah berjalan dengan skema joint venture. Nah, kontribusi dari segmen ‘lain-lain’ ini sebagian besar berasal dari kerja sama semacam itu.
Kalau digabung, kontribusi dari ketiga segmen terutama yang bersumber dari BSD City diproyeksikan menopang lebih dari 60% target prapenjualan 2026. Angka ini akan datang dari penjualan produk yang sedang berjalan maupun peluncuran produk baru.
Tak hanya itu, anak perusahaan BSDE, PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM), juga diproyeksikan menyumbang sekitar 3,5% dari total target. Kontribusi ini diharapkan datang dari tiga proyek utama mereka: Rancamaya, Royal Tajur, dan Harvest City.
Lantas, bagaimana prospek ke depan? Manajemen BSDE tampak optimis. Mereka menilai prospek industri properti 2026 tetap kondusif, didorong oleh kebijakan pemerintah yang mendukung. Misalnya, perpanjangan insentif PPN DTP 100% untuk rumah tapak dan apartemen siap huni hingga Rp5 miliar, serta kebijakan Bank Indonesia yang menjaga suku bunga dan merelaksasi rasio LTV.
Artikel Terkait
ARNA Bagikan Dividen Rp330 Miliar, Setara Rp45 per Saham untuk Tahun Buku 2025
BEI Resmi Delisting Saham Sritex Mulai 2026, Lo Kheng Hong Tercatat Sebagai Pemegang Saham
Analis Proyeksikan Guncangan Pasar Global, Rupiah Tertekan hingga Level 17.000
Harga Emas Antam di Pegadaian Naik Tipis, Dua Produk Lainnya Stabil