JAKARTA – Menjelang Ramadan, kabar kurang sedap datang dari pabrik Mie Sedaap di Gresik. Ratusan buruh di PT Karunia Alam Segar, produsen mie instan terkenal itu, dikabarkan dirumahkan. Isu PHK massal ini tentu saja menyita perhatian, apalagi momentumnya berdekatan dengan Lebaran 2026.
Perusahaan ini sendiri merupakan bagian dari Wings Food. Merek Mie Sedaap sendiri sudah ada sejak 2003 dan punya belasan varian rasa yang tersebar luas di Indonesia. Di balik bisnis besar ini, ada kisah panjang tentang kepemilikannya. Awalnya didirikan oleh Harjo Sutanto dan sahabatnya, Johannes Ferdinand Katuari. Setelah Harjo meninggal, kendali perusahaan diambil alih oleh Johannes dan kemudian dilanjutkan oleh putranya, Eddy William Katuari, yang kini memegang tampuk kepemimpinan.
Lantas, apa kata perusahaan soal gelombang pemutusan hubungan kerja ini?
Manajemen Karunia Alam Segar akhirnya angkat bicara. Mereka bilang, penyesuaian jumlah tenaga kerja adalah hal yang wajar dalam dunia manufaktur. Semua dilakukan demi menjaga kelangsungan usaha. Menurut mereka, kebutuhan karyawan memang fluktuatif. Saat order melonjak, mereka kerja sama dengan penyedia jasa tenaga kerja. Nah, ketika produksi turun, jumlah pekerja pun disesuaikan lagi.
Yang ditekankan perusahaan, kebijakan ini sama sekali tidak terkait dengan bulan Ramadan. Mereka bilang, ini murni soal dinamika pasar dan kebutuhan operasional pabrik.
Artikel Terkait
Saham PP Properti Melonjak 10% Usai BEI Cabut Suspensi
BEI Bekukan Perdagangan Wanteg Sekuritas Terkait Kondisi Operasional
Analis Sucor: Saham Unggulan Tertekan Jauh di Bawah Nilai Wajar
Analis Proyeksikan IHSG Lanjutkan Penguatan, Waspadai Potensi Koreksi