Para analis pasar menyoroti risiko dari situasi yang berkembang. Rodrigo Catril, Senior FX Strategist di National Australia Bank (NAB), memberikan penilaian yang tegas mengenai kondisi ini.
"Lanskap tarif kini lebih tidak pasti dibanding sebelumnya. Ketidakpastian bukan kabar baik bagi perekonomian maupun pasar mana pun," ungkapnya.
Catril juga mengkhawatirkan potensi siklus yang merusak stabilitas. "Kecuali akal sehat berlaku, kita bisa memasuki proses berulang di mana tarif baru diumumkan, lalu berpotensi dibatalkan, hanya untuk kemudian tarif baru kembali diumumkan, dan siklus itu terulang lagi," tambahnya.
Antisipasi Laporan Nvidia dan Imbas ke Pasar Global
Di tengah pusaran ketidakpastian tarif, pasar global juga bersiap menyambut momen penting lainnya: pengumuman laporan keuangan Nvidia. Laporan dari raksasa chip AI ini dinilai mampu menggerakkan sentimen pasar teknologi secara luas, mengingat kontribusi kapitalisasi pasarnya yang besar terhadap indeks S&P 500. Imbasnya sudah terasa di pasar berjangka AS, di mana kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq tercatat melemah menjelang pengumuman tersebut.
Secara agregat, indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang masih mampu mencatatkan kenaikan tipis 0,5 persen di tengah volume perdagangan yang relatif sepi, menunjukkan bahwa pasar masih berusaha mencari keseimbangan di antara berbagai faktor yang saling tarik-menarik.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Serukan Hemat Energi dan Transisi ke Listrik Meski SDA Melimpah
Komisaris Utama TOBA Bacelius Ruru Mundur untuk Regenerasi
MCOL Gelontorkan Rp265 Juta untuk Eksplorasi Batu Bara di Kuartal I-2026
Triniti Land Group Akan Akuisisi Mayoritas Saham Prime Land untuk Perkuat Bisnis Hospitality