Kadin Desak Prabowo Batalkan Rencana Impor 105.000 Mobil Pick-up dari India

- Minggu, 22 Februari 2026 | 13:15 WIB
Kadin Desak Prabowo Batalkan Rencana Impor 105.000 Mobil Pick-up dari India

"Sinkronisasi antara Kemendag dan Kemenperin menjadi ujian awal konsistensi pemerintah dalam menjalankan visi industrialisasi," paparnya.

Ia juga mengingatkan bahwa dalam agenda prioritas pemerintahan, semangat hilirisasi dan penguatan basis produksi nasional sangat ditekankan. Semangat itu, lanjutnya, seharusnya diterjemahkan ke dalam kebijakan yang mengurangi ketergantungan impor, bukan justru memperbesarnya.

Alternatif Solusi yang Ditawarkan Kadin

Sebagai jalan keluar, Kadin mengajukan sejumlah rekomendasi konkret. Pemerintah didorong untuk memprioritaskan kendaraan dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi. Skema perakitan dalam negeri seperti CKD (Completely Knocked Down) dan IKD (Incompletely Knocked Down) dinilai lebih tepat karena dapat menyerap tenaga kerja dan melibatkan rantai pasok lokal.

Impor tetap bisa dipertimbangkan untuk spesifikasi teknis tertentu yang belum dapat diproduksi di dalam negeri. Namun, desain kebijakannya harus dibuat dengan sangat hati-hati untuk memastikan industri nasional tetap bergerak dan berkembang.

Selain itu, pemerintah dinilai dapat memanfaatkan instrumen fiskal dan mekanisme pengadaan yang cerdas untuk mendorong partisipasi pabrikan domestik, tanpa melanggar prinsip perdagangan yang sehat. Dengan pendekatan ini, program Koperasi Desa Merah Putih diharapkan tidak hanya memperkuat logistik pedesaan, tetapi juga menjadi stimulus bagi kemajuan industri otomotif nasional.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar