Wall Street kembali menunjukkan taringnya. Pada Rabu (18/2/2026), bursa saham AS ditutup menguat, didorong oleh performa gemilang dari raksasa chip, Nvidia. Kenaikan ini membawa indeks-indeks utama nyaris menyentuh level tertinggi sepanjang masa.
Indeks S&P 500 bertambah 38 poin, atau 0,6%, ke posisi 6.881,31. Bisa dibilang, ia sudah berada di ambang pintu rekor. Dow Jones juga ikut naik 0,3% ke 49.662,66. Tapi, panggung utama benar-benar milik Nasdaq Composite yang melonjak 0,8% ke level 22.753,63.
Pemicu utama optimisme itu datang dari Meta Platforms. Mereka mengumumkan kemitraan jangka panjang dengan Nvidia, berencana menggunakan jutaan chip untuk membangun pusat data AI mereka. Kabar itu langsung mendongkrak saham Nvidia naik 1,6%.
"Tidak ada yang menandingi skala Meta dalam mengembangkan AI,"
ujar CEO Nvidia, Jensen Huang, dengan nada percaya diri.
Sebagai perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar, gerak-gerik Nvidia memang punya pengaruh luar biasa. Ia menjadi penopang utama kenaikan S&P 500 hari itu. Namun begitu, di balik euforia AI ini, ada juga kegelisahan yang mengendap. Investor mulai mempertanyakan, apakah belanja besar-besaran perusahaan seperti Meta untuk AI ini bakal menghasilkan laba yang sepadan di kemudian hari? Saham Meta sendiri sempat terperosok 1,7% sebelum akhirnya berbalik naik tipis 0,6%.
Artikel Terkait
ERAL dan Mitra Resmikan Perusahaan Patungan untuk Pasar Teknologi Display
Pemerintah Masih Kaji Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi di Tengah Gejolak Minyak Dunia
Menteri Keuangan Ubah Skema Pembiayaan Koperasi Desa, APBN Kini Tanggung Utang
Pemerintah Targetkan 400.000 Unit Bedah Rumah pada 2026