Ancaman terbaru Donald Trump terhadap Iran kembali memicu reaksi keras dari Teheran. Kali ini, juru bicara militer Iran dari Markas Besar Khatam al-Anbiya angkat bicara. Menurutnya, ancaman Presiden AS itu untuk menghancurkan infrastruktur penting seperti jembatan dan pembangkit listrik tak lebih dari omong kosong yang arogan.
“Retorika kasar dan ancaman tanpa dasar dari presiden AS yang delusional itu,” ujar sang juru bicara,
“tidak akan pernah bisa menutupi aib dan penghinaan yang dialami Amerika di kawasan Asia Barat.”
Pernyataan itu disiarkan langsung oleh media pemerintah Iran, Selasa lalu. Jubir itu menegaskan, ancaman semacam itu hanyalah bentuk kegagalan. Ia menilai Washington sedang berusaha mengalihkan perhatian dari kekalahan strategisnya di lapangan.
Ultimatum yang Berganti-ganti
Semuanya berawal dari unggahan Trump di Truth Social. Pada Sabtu, 4 April, ia memberi ultimatum 48 jam kepada Iran. Isinya: buka Selat Hormuz atau hadapi “neraka”.
Artikel Terkait
Bulog Pastikan Stok Beras Nasional Aman untuk 11 Bulan ke Depan Hadapi El Nino
Rusia Desak Serangan Israel ke Lebanon Masuk Cakupan Gencatan Senjata AS-Iran
Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Rumah Kosong yang Rugikan Korban Rp 100 Juta
Kebakaran SPBE di Bekasi Tewaskan 4 Jiwa dan Hanguskan 19 Bangunan