Di tengah kicauan burung dan cahaya yang menyelinap lewat kubah Masjid Istiqlal, Presiden Prabowo Subianto berdiri memberi sambutan. Suaranya terdengar jelas, mengisi ruang yang hening. Sabtu lalu, dalam acara pengukuhan pengurus MUI, ia menyampaikan sesuatu yang menurutnya patut kita renungkan.
Indonesia, katanya, punya teladan yang langka untuk dunia.
"Kita sekarang menjadi contoh bagi seluruh dunia," ujar Prabowo.
Ia melanjutkan, "Umat Islam yang sejuk, umat Islam yang tidak mengujar kebencian, umat Islam yang mengutamakan perdamaian, umat Islam yang tidak takut menegakkan keadilan."
Poinnya jelas: di sini, Islam tak diajarkan dengan amarah atau hasutan untuk berpecah belah. Menurutnya, sikap toleran dan damai yang ditunjukkan umat Islam tanah air sudah jadi bukti nyata. Sebuah prestasi yang patut dijaga.
Momen pengukuhan pengurus MUI itu sendiri ia anggap sebagai kesempatan emas. Momentum bagi para ulama dan umara untuk benar-benar bersatu. Acara yang mengusung tema 'Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa' itu rupanya sejalan dengan seruannya. Prabowo pun tak lupa mengajak semua pihak, khususnya umat Islam, untuk terus merawat persatuan yang sudah dibangun.
Pesan itu sederhana tapi berat. Di sisi lain, ia seperti ingin mengingatkan bahwa reputasi baik ini bukan sesuatu yang given. Butuh usaha kolektif untuk mempertahankannya.
Artikel Terkait
Lebih dari 50 Juta Warga Thailand Gunakan Hak Pilih di Pemilu dan Referendum Konstitusi
Prabowo Buka Sumbangan Bencana, Tekankan Transparansi Penyaluran
Presiden Prabowo Sambut Hangat Jemaah di Puncak Satu Abad NU Malang
Prabowo Umumkan Kemajuan Pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah