Di luar hiruk-pikuk sektor teknologi, musim laporan keuangan yang secara umum solid juga memberi angin segar. Lihat saja Cadence Design Systems. Sahamnya melesat 7,6% setelah laba dan pendapatannya mengalahkan prediksi analis.
CEO Cadence, Anirudh Devgan, menegaskan peran penting perangkat lunak teknik perusahaannya.
Analog Devices pun tak kalah. Perusahaan chip itu naik 2,6% usai membukukan kinerja yang melampaui perkiraan, dengan catatan rekor pesanan untuk bisnis pusat datanya. Ada juga Moderna yang melonjak 6,1% setelah FDA bersedia meninjau ulang kandidat vaksin flu mereka. Tapi, tidak semua ceritanya bagus. Palo Alto Networks justru anjlok 6,8% meski laba kuartalannya bagus. Rupanya, proyeksi laba ke depannya dinilai kurang memuaskan pasar.
Pasar obligasi juga bergerak. Imbal hasil obligasi pemerintah AS (UST) tenor 10 tahun naik ke 4,08%, terdorong oleh rilis data ekonomi yang ternyata lebih kuat dari perkiraan. Produksi industri dan pembangunan rumah baru menunjukkan ketahanan ekonomi.
Nah, data-data kuat inilah yang jadi bahan pertimbangan. Risalah rapat terakhir The Fed mengungkapkan, banyak pejabat ingin melihat inflasi turun lebih dalam dulu sebelum mereka setuju untuk memotong suku bunga lagi tahun ini. Dengan kata lain, suku bunga tinggi mungkin akan bertahan lebih lama dari harapan sebagian orang.
Artikel Terkait
ERAL dan Mitra Resmikan Perusahaan Patungan untuk Pasar Teknologi Display
Pemerintah Masih Kaji Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi di Tengah Gejolak Minyak Dunia
Menteri Keuangan Ubah Skema Pembiayaan Koperasi Desa, APBN Kini Tanggung Utang
Pemerintah Targetkan 400.000 Unit Bedah Rumah pada 2026