Bukalapak Simpan Rp 4,3 Triliun Dana IPO di Deposito dan Obligasi Negara

- Selasa, 17 Februari 2026 | 17:50 WIB
Bukalapak Simpan Rp 4,3 Triliun Dana IPO di Deposito dan Obligasi Negara

Hampir lima tahun setelah go public, dana hasil IPO Bukalapak ternyata belum habis terpakai. Faktanya, hingga akhir tahun 2025 lalu, masih tersisa dana segar yang jumlahnya fantastis: Rp 4,3 triliun. Padahal, total dana yang berhasil dihimpun perusahaan dari penawaran perdana sahamnya di Agustus 2021 itu, setelah dipotong biaya, mencapai Rp 21,3 triliun. Artinya, yang sudah digunakan baru sekitar Rp 17 triliun.

Lantas, di mana uang sisa yang begitu besar itu disimpan? Bukalapak memilih instrumen keuangan yang relatif aman. Sebagian besar, tepatnya Rp 1,2 triliun, ditempatkan dalam deposito. Sisanya tersebar di giro dan obligasi negara.

Menurut Cuti Fika Lutfi, Sekretaris Perusahaan Bukalapak, langkah ini merupakan bagian dari strategi pengelolaan keuangan yang sangat berhati-hati.

"Instrumen tersebut dipilih karena memiliki tingkat risiko yang rendah, likuiditas yang memadai, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,"

jelas Fika, seperti dikutip Selasa (17/2/2026). Ia menegaskan, kebijakan ini bukan sekadar menimbun uang. Tujuannya ganda: menjaga nilai dana sekaligus memastikan ketersediaannya tetap optimal untuk rencana bisnis yang sudah disusun.

Rinciannya, selain deposito, ada dana di giro Bank CIMB Niaga sebesar Rp 453,8 miliar dengan bunga 5%. Sementara untuk Surat Berharga Negara (SBN), portofolio Bukalapak mencapai Rp 900 miliar dengan imbal hasil 2%.

Memang, batas akhir penggunaan dana IPO sebelumnya sudah diundur hingga akhir 2026. Terkait masih menganggarnya dana yang tersisa, pihak perusahaan berkomitmen akan merealisasikan penggunaannya sesuai jadwal. Hanya saja, eksekusinya tetap mengutamakan kehati-hatian.

"Hingga 31 Desember 2025, perseroan melakukan realisasi dana IPO dengan menerapkan prinsip kehati-hatian dan selektif, khususnya dalam penggunaan dana untuk modal kerja,"

tutur Fika lagi.

Pendekatan ini, imbuhnya, tidak lepas dari pertimbangan terhadap kondisi usaha yang sedang dihadapi, prioritas pengembangan, plus dinamika ekonomi dan industri yang serba tak pasti. Tujuannya jelas: agar penggunaan dana berkualitas dan bisnis bisa berjalan berkelanjutan. Di sisi lain, Bukalapak juga mengaku aktif menjajaki berbagai peluang dan kerja sama baru untuk mendorong pertumbuhan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar