MURIANETWORK.COM - PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), emiten energi dari Sinarmas Group, berencana melakukan pemecahan saham (stock split) dengan rasio 1:25. Aksi korporasi ini bertujuan untuk membuat harga saham lebih terjangkau bagi investor ritel, memperluas basis pemegang saham, dan meningkatkan likuiditas perdagangan di pasar. Untuk membahas rencana tersebut, perusahaan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 11 Maret 2026.
Rencana Pemecahan Saham dan Jadwal RUPS
Rencana stock split ini akan mengubah peta kepemilikan saham perusahaan secara signifikan. Dari harga saham yang kini bertengger di level Rp94.000 per lembar, harga teoretis pasca-pemecahan diperkirakan akan berada di kisaran Rp3.750. Dengan rasio 1:25, jumlah saham beredar DSSA pun bakal melonjak dari 7,7 miliar menjadi 192,6 miliar lembar saham.
Untuk mengesahkan langkah strategis ini, manajemen telah menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa. Rapat hybrid yang dapat dihadiri secara fisik maupun daring tersebut akan digelar di Sinar Mas Land Plaza, Jakarta. Hak hadir hanya diberikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam daftar perusahaan hingga penutupan perdagangan Jumat, 13 Februari 2026.
"Perseroan berencana untuk melakukan stock split dengan rasio 1:25," ungkap manajemen DSSA dalam keterangan resminya, Selasa (17/2/2026).
Mendorong Likuiditas dan Aksesibilitas
Latar belakang keputusan ini berakar pada kondisi perdagangan saham DSSA yang dinilai kurang likuid akibat harga per lot yang tinggi. Dengan harga saat ini, untuk membeli satu lot standar (100 saham) dibutuhkan dana hampir Rp9,4 juta, sebuah angka yang bisa menjadi penghalang bagi sebagian besar investor retail.
Artikel Terkait
Laba Bersih Trisula International Melonjak 33% pada 2025 Didorong Ekspor
BSA Logistics Targetkan Rp302 Miliar dari IPO, Mayoritas untuk Akuisisi Perusahaan Afiliasi
WIKA Pangkas Utang Rp3,87 Triliun Meski Rugi Bersih Membengkak
WBSA Jadi Emiten IPO Pertama 2026, Harga Saham Perdana Rp168