Guncangan Besar! China Batalkan Pembelian Minyak Rusia, Harga Global Melonjak 7%

- Jumat, 24 Oktober 2025 | 12:50 WIB
Guncangan Besar! China Batalkan Pembelian Minyak Rusia, Harga Global Melonjak 7%

Perusahaan China Batalkan Pembelian Minyak Rusia Akibat Sanksi AS

Perusahaan BUMN China termasuk Sinopec membatalkan pembelian minyak mentah Rusia yang diangkut via laut menyusul sanksi Amerika Serikat terhadap Rosneft PJSC dan Lukoil PJSC. Keputusan ini mengakibatkan gangguan signifikan dalam pasar minyak global dan diperkirakan mempengaruhi lebih dari 400.000 barel minyak Rusia per hari.

Dampak Sanksi AS terhadap Ekspor Minyak Rusia

Pembatasan yang diterapkan pemerintahan Donald Trump menyebabkan perusahaan-perusahaan China menghentikan pembelian kargo spot, terutama minyak jenis ESPO dari Timur Jauh Rusia. Menurut data Kpler Ltd, pembelian minyak Rusia oleh perusahaan China sebelumnya menyumbang 40% dari total volume minyak Rusia yang tiba via kapal.

Proyeksi Aliran Minyak Rusia ke China

Michal Meidan, Direktur Program Riset Energi China di Oxford Institute for Energy Studies, memprediksi penurunan aliran minyak Rusia ke China. Namun, pengiriman minyak via pipa darat diperkirakan tetap berlanjut karena pembayarannya menggunakan skema pinjaman yang tidak melibatkan bank-bank Barat.

Gejolak Harga Minyak Global

Harga minyak berjangka Brent mengalami kenaikan lebih dari 7% dalam seminggu setelah pengumuman sanksi AS. Meskipun terjadi lonjakan harga, minyak Brent masih diperdagangkan di bawah USD66 per barel dan turun 12% sepanjang tahun ini akibat kekhawatiran surplus pasokan dari OPEC .

Respons Pemerintah China dan Rusia

Beijing menolak sanksi unilateral AS melalui pernyataan Kementerian Luar Negeri China yang menegaskan penolakan terhadap sanksi sepihak yang tidak berdasar hukum internasional. Sementara Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui sanksi akan memiliki konsekuensi tertentu namun tidak signifikan terhadap kesejahteraan ekonomi Rusia.

Dampak ke Pasar India dan Alternatif

Selain China, aliran minyak Rusia ke India juga diperkirakan menurun drastis. Perusahaan China kini mencari alternatif minyak yang lebih murah dari Timur Tengah dan Afrika Barat, sementara Moskow memiliki waktu sekitar satu bulan sebelum pembatasan berlaku sepenuhnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar