Barongsai dan Ritual Lepas Burung Warna Kemeriahan Imlek di Kelenteng Palembang

- Selasa, 17 Februari 2026 | 21:55 WIB
Barongsai dan Ritual Lepas Burung Warna Kemeriahan Imlek di Kelenteng Palembang

Gemerlap perayaan Imlek tahun ini benar-benar hidup di berbagai penjuru Indonesia. Dan seperti biasa, atraksi barongsai selalu jadi magnet utama yang menyedot kerumunan.

Di Palembang, misalnya. Kelenteng Dewi Kwan Im sejak pagi sudah dipadati umat Tionghoa dan warga sekitar. Mereka tak hanya datang untuk beribadah, tapi juga menantikan satu hal: pertunjukan spektakuler sang singa naga. Suasana khidmat saat doa-doa dipanjatkan perlahan berganti dengan riuh rendah kegembiraan begitu musik pengiring barongsai mulai menggema.

Dentuman Tambur dan Sorak Penonton

Suara tambur, gong, dan simbal memecah kesunyian. Di halaman kelenteng, barongsai meliuk-liuk dengan lincah, dikelilingi lautan penonton yang antusias. Sorak-sorai paling keras terdengar saat para pemainnya memamerkan gerakan akrobatik di atas tonggak besi. Spontan, tepuk tangan riuh membahana ketika sang barongsai berhasil mengambil angpao yang digantung tinggi simbol rezeki dan keberuntungan itu.

Lina (34), salah seorang pengunjung, terlihat sumringah. Ia mengaku bersyukur bisa kembali merayakan Imlek di kelenteng bersama keluarga.

"Setiap tahun kami selalu datang untuk berdoa agar diberikan kesehatan dan kelancaran rezeki. Tahun ini terasa sangat meriah, apalagi pertunjukan barongsainya sangat menghibur dan membawa suasana penuh semangat," ujar Lina, Selasa (17/2).

Menurutnya, kemeriahan ini punya daya tarik yang lebih dalam. Bukan cuma soal hiburan.

"Bukan hanya umat Tionghoa yang datang, tapi juga masyarakat umum. Ini jadi momen kebersamaan yang indah," katanya.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar