tegasnya.
Selain belanja rutin seperti THR, pemerintah juga memacu program lain. Misalnya, percepatan Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan anggaran Rp62 triliun, plus optimalisasi belanja kementerian/lembaga dan berbagai stimulus ekonomi.
ujar Purbaya lagi.
Namun begitu, agresivitas belanja ini diimbangi dengan kehati-hatian. Purbaya menekankan, kebijakan fiskal tahun ini dirancang ekspansif namun tetap prudent. Defisit anggaran dijaga ketat, di kisaran 2,9 persen hingga 3 persen dari PDB.
jelasnya panjang lebar.
Di sisi lain, untuk menyeimbangkan semua ini, pemerintah tak hanya fokus pada pengeluaran. Purbaya mengungkapkan telah melakukan pembenahan internal di tubuh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Bea Cukai (DJBC). Restrukturisasi ini bertujuan memperkuat kinerja pendapatan negara, memastikan pengumpulan pajak dan kepabeanan berjalan lebih efisien.
Optimisme pun digaungkan. Sinergi antara belanja tepat sasaran dan penguatan penerimaan negara diharapkan bisa menjaga ketahanan fiskal Indonesia sepanjang 2026. Sekarang, tinggal menunggu realisasinya di lapangan.
Artikel Terkait
OJK, BEI, dan KSEI Rampungkan Empat Agenda Kunci Perkuat Transparansi Pasar Modal
IHSG Turun 0,99%, Nilai Transaksi Anjlok 36,69% Pekan Lalu
Pemprov DKI Potong BPHTB 50% untuk Pembeli Rumah Pertama di Bawah Rp500 Juta
Laba Bersih Trisula International Melonjak 33% pada 2025 Didorong Ekspor