Di balik angka-angka tersebut, terdapat sejumlah inisiatif strategis yang digulirkan manajemen. Peluncuran aplikasi "Bale" untuk menghimpun dana murah, ekspansi ke segmen kredit berimbal hasil tinggi, serta perbaikan kualitas aset secara bertahap dinilai akan terus menjaga momentum profitabilitas bank.
Pandangan dari Berbagai Perspektif
Mandiri Sekuritas juga menyampaikan pandangan yang sejalan, meski dengan angka target yang lebih konservatif. Mereka mempertahankan rekomendasi Beli untuk saham BBTN dengan target harga Rp1.500. Analis Mandiri Sekuritas, Bobby Kristanto Chandra dan Kresna Hutabara, menggarisbawahi tren perbaikan biaya dana (cost of fund) yang berlanjut hingga awal 2026.
Mereka juga menilai bahwa meskipun terdapat gangguan operasional akibat bencana alam di beberapa wilayah, dampaknya terhadap portofolio kredit BTN secara keseluruhan masih dapat dikelola dan terbatas.
Strategi Diversifikasi untuk Masa Depan
Menatap ke depan, BTN tidak berpuas diri hanya dengan mengandalkan bisnis inti kredit perumahan. Manajemen mulai menjajaki diversifikasi sumber pendapatan untuk membangun ketahanan bisnis yang lebih kokoh. Langkah strategis termasuk memperkuat lini syariah melalui PT Bank Syariah Nasional (BSN) dan merambah potensi bisnis di sektor asuransi.
Kombinasi antara diversifikasi bisnis, perbaikan berkelanjutan pada biaya kredit (cost of credit), dan efisiensi operasional diproyeksikan akan mendongkrak kinerja profitability dalam jangka menengah. Analis memperkirakan return on equity (ROE) BTN berpotensi mencapai level yang lebih kompetitif dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
Artikel Terkait
IHSG Melemah, Saham Energi Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah
Fitch Naikkan Proyeksi Harga Tembaga dan Emas, Saham Tambang Diuntungkan
IHSG Tertekan, Saham Konglomerasi dan Perbankan Babak Belur
Pasar Saham Asia Terpukul Imbas Konflik Timur Tengah dan Ancaman Stagflasi