Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon Selatan, Indonesia Kecam Keras

- Senin, 30 Maret 2026 | 12:40 WIB
Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon Selatan, Indonesia Kecam Keras

Suasana tegang di Lebanon selatan kembali memakan korban. Kali ini, imbasnya menimpa pasukan penjaga perdamaian PBB. Seorang prajurit TNI, Farizal Rhomadhon (28), dilaporkan gugur setelah posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr terkena serangan tidak langsung, Minggu (29/3/2026) lalu.

Menurut keterangan Karo Infohan Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, selain satu korban jiwa, tiga prajurit lainnya juga mengalami luka. "Satu dalam kondisi luka berat, dan dua luka ringan," jelas Rico, Senin (30/3). Saat ini, mereka semua telah mendapatkan penanganan medis.

Insiden ini terjadi di tengah memanasnya situasi. Rico menegaskan, serangan itu berlangsung saat sedang terjadi saling tembak artileri antara militer Israel dan kelompok bersenjata di wilayah tersebut. "Proses klarifikasi masih dilakukan oleh UNIFIL," tambahnya.

Di sisi lain, respons pemerintah Indonesia datang cukup cepat. Melalui akun X @Kemlu_RI, Kementerian Luar Negeri tak ragu menyuarakan kecaman keras. Mereka menuntut penyelidikan yang menyeluruh dan transparan atas kejadian ini.

"Indonesia mengecam keras insiden tersebut dan menyerukan dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan,"

Begitu bunyi pernyataan resmi mereka di platform media sosial itu.

Rasa duka dan hormat setinggi-tingginya disampaikan pemerintah untuk sang prajurit yang gugur. Farizal disebut telah menunjukkan dedikasi luar biasa bagi perdamaian internasional. Pikiran dan doa juga disertakan untuk keluarga yang ditinggalkan, serta harapan untuk kesembuhan cepat bagi yang terluka.

Soal langkah selanjutnya, Kemlu RI memastikan akan bekerja sama dengan UNIFIL. Kerja sama itu mencakup pemulangan jenazah secepat mungkin dan pemberian perawatan medis terbaik bagi prajurit yang cedera.

Pernyataan Kemlu juga menekankan prinsip penting. Keselamatan personel penjaga perdamaian PBB, kata mereka, harus dihormati sepenuhnya sesuai hukum internasional. Tindakan apa pun yang membahayakan mereka dinilai tak bisa diterima dan justru merusak upaya menjaga stabilitas.

Tak berhenti di situ, pemerintah secara tegas mengecam tindakan Israel. Seruan dikeluarkan agar semua pihak menghormati kedaulatan Lebanon. Mereka juga mendesak penghentian serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur. Jalan satu-satunya adalah kembali ke meja dialog dan diplomasi untuk mencegah situasi makin runyam.

"Koordinasi erat dengan PBB dan otoritas terkait akan terus dijalin," pungkas pernyataan itu. Mereka berjanji akan memantau perkembangan situasi dengan saksama.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar