Untuk merealisasikan program ini, pemerintah telah menyiapkan anggaran yang tidak kecil. Airlangga membeberkan rincian pendanaannya.
"Estimasi anggarannya secara keseluruhan adalah Rp911,16 miliar, di mana porsi APBN sebesar Rp639,86 miliar dan non-APBN sebesar Rp271,3 miliar," jelasnya.
Bantuan Pangan untuk Jutaan Keluarga
Selain dua program utama tersebut, pemerintah juga akan melanjutkan penyaluran bantuan pangan pada Februari 2026 mendatang. Bantuan ini ditargetkan kepada 35,04 juta keluarga penerima manfaat dari desil 1 hingga 4. Setiap keluarga akan menerima paket berisi 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng, dengan total nilai anggaran mencapai Rp11,92 triliun.
Keberhasilan penyaluran bantuan berskala nasional seperti ini sangat bergantung pada koordinasi di lapangan. Airlangga pun menitipkan pesan kepada seluruh pihak terkait.
"Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan dapat menjaga kelancaran logistik," tuturnya.
Dengan serangkaian kebijakan ini, pemerintah berupaya menciptakan multiplier effect yang positif, tidak hanya sebagai jaring pengaman sosial tetapi juga sebagai pendorong aktivitas ekonomi dalam negeri.
Artikel Terkait
Laba Bersih Matahari Department Store Anjlok 12,4% di Tahun Buku 2025
Laba Bersih Hermina (HEAL) Anjlok 20% Meski Pendapatan Naik
Bapanas Klaim Stok Pangan Nasional Kuat Hadapi Ancaman Godzilla El Nino 2026
Laba Bersih Tjiwi Kimia Turun 7,2% di 2025 Meski Penjualan Stabil