Wall Street Berakhir Merah Usai Data Ketenagakerjaan AS Kuat Picu Kekhawatiran Suku Bunga

- Kamis, 12 Februari 2026 | 07:00 WIB
Wall Street Berakhir Merah Usai Data Ketenagakerjaan AS Kuat Picu Kekhawatiran Suku Bunga

MURIANETWORK.COM - Wall Street menutup perdagangan Rabu (11 Februari 2026) di zona merah, menghentikan reli awal sesi. Penurunan ini dipicu oleh data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang jauh lebih kuat dari perkiraan, yang memicu kekhawatiran di kalangan investor bahwa Federal Reserve (The Fed) mungkin akan menahan diri untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat.

Reli Awal yang Terkikis oleh Data Ekonomi

Sesi perdagangan sempat dibuka dengan optimisme. Indeks S&P 500 dan Nasdaq bahkan sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari seminggu. Sentimen positif ini muncul setelah laporan ketenagakerjaan AS untuk Januari menunjukkan penciptaan lapangan kerja yang jauh melampaui ekspektasi, dengan tingkat pengangguran yang turun menjadi 4,3 persen. Namun, euforia itu tak bertahan lama.

Pelaku pasar dengan cepat mencerna implikasi data tersebut. Kekuatan pasar tenaga kerja yang tak terduga justru dianggap dapat membuat The Fed lebih berhati-hati dalam melonggarkan kebijakan moneter. Akibatnya, taruhan pasar terhadap potensi pemotongan suku bunga pada bulan Juni pun menyusut. Berdasarkan data FedWatch CME Group, probabilitas bahwa suku bunga akan bertahan pada level saat ini di bulan itu melonjak menjadi 41 persen, dari sebelumnya hanya 24,8 persen.

Performa Indeks dan Sektor Saham

Pada penutupan, ketiga indeks utama tercatat melemah. Dow Jones Industrial Average merosot 66,74 poin (0,13%) ke level 50.121,40. S&P 500 turun tipis 0,34 poin menjadi 6.941,47, sementara Nasdaq Composite terkikis 36,01 poin (0,16%) menjadi 23.066,47.

Di antara komponen Dow, saham International Business Machines (IBM) tercatat sebagai yang tertekan paling dalam. Sebaliknya, Caterpillar (CAT) melonjak 4,4% setelah sebuah lembaga riset menaikkan target harga sahamnya secara signifikan.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar