Wall Street Berakhir Merah Usai Data Ketenagakerjaan AS Kuat Picu Kekhawatiran Suku Bunga

- Kamis, 12 Februari 2026 | 07:00 WIB
Wall Street Berakhir Merah Usai Data Ketenagakerjaan AS Kuat Picu Kekhawatiran Suku Bunga

Pergerakan sektoral menunjukkan gambaran yang beragam. Dari 11 sektor utama di S&P 500, delapan di antaranya justru berhasil menguat. Sektor energi memimpin kenaikan dengan reli 2,6%, diikuti oleh sektor barang konsumsi defensif yang naik 1,4%. Di sisi lain, sektor jasa keuangan dan komunikasi menjadi yang terlemah, masing-masing turun lebih dari 1%.

Analisis dari Lantai Bursa

Julia Hermann, seorang ahli strategi pasar global di New York Life Investments, memberikan perspektifnya mengenai reaksi pasar. Ia menilai investor sebenarnya mencerna perubahan ekspektasi suku bunga ini dengan cukup baik.

"Ini adalah berita yang membangun karena perekonomian tidak sangat membutuhkan pemotongan suku bunga karena pasar kerja telah menunjukkan beberapa tanda kehidupan baru," ungkapnya.

Hermann menambahkan, "Intinya adalah titik keseimbangan antara perekrutan yang cukup kuat menunjukkan kepada kita bahwa ekonomi tangguh tetapi tidak terlalu kuat sehingga menggagalkan ekspektasi pelonggaran kebijakan Fed di masa mendatang."

Menanti Petunjuk Inflasi

Setelah data ketenagakerjaan, fokus investor kini bergeser ke indikator ekonomi kunci berikutnya. Laporan inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk Januari, yang dijadwalkan rilis pada Jumat (13 Februari 2026), diprediksi akan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan The Fed. Data ini akan sangat menentukan apakah kekhawatiran pasar mengenai penundaan pemotongan suku bunga akan terbukti atau tidak.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar