Banjir di Bogor Rendam 73 Rumah, Satu Mobil Terseret Arus

- Kamis, 12 Februari 2026 | 09:25 WIB
Banjir di Bogor Rendam 73 Rumah, Satu Mobil Terseret Arus

Banjir yang menerjang Desa Cijayanti, Babakan Madang, Bogor, ternyata berdampak pada puluhan rumah warga. Data terakhir menyebutkan, setidaknya 73 unit rumah terkena imbasnya. Kerusakannya beragam, mulai dari sekadar tergenang sampai tembok yang ambruk. Persebarannya pun meluas, mencakup lima Rukun Tetangga di desa tersebut.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, membeberkan rinciannya per RT pada Kamis (12/2/2026).

"Di RT 01/01, korban terdampak 21 unit rumah, tidak ada kerusakan bangunan, hanya terdampak banjir," ujarnya.

Di RT 02/01, ada empat rumah yang kebanjiran. Sama seperti sebelumnya, bangunannya tak mengalami kerusakan berarti. "Hanya sempat tergenang," kata Adam.

Kerusakan mulai muncul di RT 03/01. Satu rumah dilaporkan rusak ringan, tepatnya pada tembok dapur yang jebol. Selain itu, sembilan rumah lainnya juga tergenang namun selamat dari kerusakan struktural.

Sementara itu, situasi di RT 04/01 sedikit lebih parah. Tiga rumah mengalami kerusakan kategori sedang. Tembok bagian sampingnya ambruk diterjang air dan material. Sebelas rumah lain di RT yang sama juga ikut kebanjiran, tapi untungnya bangunannya masih utuh.

"Di RT 05/01, 1 unit rumah rusak sedang tembok bagian kamar jebol dan 23 unit rumah terdampak banjir tapi tidak ada kerusakan bangunan," jelas Adam Hamdani lagi.

Untungnya, situasi kini sudah jauh lebih kondusif. Air banjir telah surut dan proses pembersihan material lumpur serta sisa-sisa sampah sudah mulai dilakukan. Warga bersama aparat kepolisian bahu-membahu mengevakuasi puing dan kotoran yang ditinggalkan banjir.

Kasat Samapta Polres Bogor AKP Yogi Nugraha pun mengonfirmasi hal ini. "Evakuasi banjir di Desa Cijayanti, situasi aman terkendali," katanya.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar