Gempa kuat mengguncang Taiwan pada Sabtu malam, tepatnya pukul 22.05 WIB. Kekuatannya tercatat magnitudo 6,6. Guncangan itu dirasakan cukup hebat, terjadi di penghujung tahun 2025.
Namun begitu, masyarakat Indonesia bisa sedikit bernapas lega. Menurut Daryono, Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, gempa ini tidak berpotensi memicu tsunami di perairan kita. Pemantauan intensif terus dilakukan.
"Masyarakat pesisir di wilayah Indonesia diimbau agar tetap tenang," tegas Daryono.
Ia menambahkan, "BMKG akan terus memonitor perkembangan dampak gempabumi ini dan segera menginformasikannya kepada para pemangku kepentingan, media, dan masyarakat."
Dari data yang berhasil dikumpulkan, pusat gempa berada di laut. Koordinatnya 24,65 derajat Lintang Utara dan 122,04 derajat Bujur Timur. Kedalamannya sekitar 67,5 kilometer di bawah permukaan cukup dangkal, kalau kita lihat.
Nah, gempa semacam ini biasanya punya dampak getaran yang lebih terasa. Analisis BMKG menunjukkan, pemicunya adalah aktivitas deformasi dalam lempeng di zona Palung Ryukyu. Mekanisme pergerakannya pun kompleks, kombinasi mendatar dan naik atau yang disebut oblique thrust fault.
Di sisi lain, tim BMKG masih siaga penuh. Mereka berjanji akan memberikan informasi lanjutan jika ada perkembangan yang signifikan. Untuk sekarang, situasi terkait potensi tsunami di Indonesia dinyatakan aman.
Artikel Terkait
Pandji Pragiwaksono Tuntaskan Kasus Adat di Toraja dengan Denda Babi dan Ayam
Pemerintah Kembangkan Dashboard Kebijakan untuk Tingkatkan Transparansi di Era Digital
Dewan Pembaca Makassar Bahas Sinergi Tingkatkan Kualitas Pemberitaan
SulawesiPos Gelar Forum dengan Pembaca, Bahas Etika Pemberitaan Korban