tuturnya.
Di sisi lain, penguatan IHSG hari itu sendiri ia baca sebagai sinyal penting. Pasar domestik, menurutnya, mulai menemukan ritme positif lagi. Dan kenaikannya bukan cuma ilusi. Penguatan terjadi secara merata di berbagai sektor, dengan sektor konsumer primer jadi andalan. Dari luar negeri, angin juga berhembus baik. Bursa-bursa Asia kompak menguat, dipimpin Jepang yang merespons positif kemenangan Perdana Menteri Sanae Takaichi. Stabilitas politik dan kontinuitas kebijakan ekonominya disambut hangat oleh pasar.
Sentimen lain datang dari pelemahan indeks dolar AS yang mendekati level terendah bulanan. Ini membuka peluang bagi aset berisiko di pasar berkembang, termasuk Indonesia, untuk kembali dilirik. Di dalam negeri, terjadi rotasi sektor yang terlihat sehat. Investor berbondong-bondong kembali ke saham-saham dengan basis konsumsi domestik yang kuat seperti ASII, ERAA, AMRT, dan UNTR yang dianggap punya daya tahan lebih baik menghadapi gejolak global.
Jadi, meski bayangan isu struktural masih ada, hari Selasa kemarin menjadi pengingat bahwa pasar kita masih punya napas untuk bergerak maju.
Artikel Terkait
ABM Investama Fokus Optimalisasi Dua Tambang Andalan di Aceh dan Kalteng
Kemenhub Siaga Penuh Antisipasi Puncak Arus Balik 28-29 Maret 2026
IHSG Melemah Tipis, Transaksi Harian Justru Naik 15% Pasca-Lebaran
IHSG Melemah Meski Transaksi Melesat, Aksi Jual Asing Capai Rp22,37 Triliun