Sektor barang baku memimpin penguatan dengan kenaikan 4,41%, diikuti oleh sektor energi yang naik 2,92%. Sektor non-primer juga menunjukkan kinerja solid dengan keuntungan 2,06%. Sektor primer, infrastruktur, dan teknologi masing-masing mencatat kenaikan antara 0,81% hingga 1,53%. Di sisi lain, hanya dua sektor yang masih tertahan di zona merah, yaitu kesehatan dan keuangan, dengan koreksi yang relatif tipis di bawah 0,25%.
Di antara saham-saham individu, Puri Global Sukses Tbk (PURI) menjadi pemimpin kenaikan dengan melonjak 34,50%.
"Pergerakan saham PURI hari ini cukup fenomenal, didorong oleh antusiasme pasar terhadap prospek perusahaan," jelas seorang analis pasar modal yang memantau perdagangan.
Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) dan Link Net Tbk (LINK) menyusul sebagai top gainer dengan penguatan masing-masing 33,82% dan 24,73%. Saham IFSH dan ALKA juga mencatat keuntungan di atas level 24%.
Tekanan Jual di Beberapa Emiten
Meski mayoritas menguat, tekanan jual tetap membayangi sejumlah emiten. XISB mengalami koreksi terdalam sebesar 14,75%, disusul oleh saham Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) yang melemah 14,29%. Saham XPDV juga tercatat turun 12,39%, diikuti oleh SSTM dan KJEN yang terkoreksi lebih dari 12%. Pergerakan ini mengindikasikan bahwa profit-taking dan sentimen spesifik terhadap perusahaan masih terjadi secara selektif di tengah sentimen pasar yang secara umum positif.
Artikel Terkait
Tanrise Property (RISE) Catat Laba Melonjak 165% pada 2025 Didorong Apartemen
Ekonom Perkirakan The Fed Pertahankan Suku Bunga Sampai September
Laba Bersih Amman Mineral Anjlok 60% di Tengah Masa Transisi Operasional
Laba Bersih Chandra Asri Melonjak 2.662% Jadi Rp 23,8 Triliun pada 2025