Di Posko Pemulihan Pascabencana Galapana, Aceh, suasana mulai ramai sejak Senin (5/1) pagi. Satgas DPR RI untuk pemulihan pascabencana akhirnya menggelar rapat koordinasi pertamanya. Tak sendirian, mereka mengundang perwakilan dari belasan kementerian dan lembaga pemerintah pusat. Pertemuan ini jadi langkah konkret setelah sejumlah pembicaraan sebelumnya.
Rapat itu sendiri dipimpin oleh Anggota Komisi IV DPR RI, TA Khalid. Dari sisi pemerintah, hadirlah para Person in Charge (PIC) yang ditunjuk khusus untuk menangani kondisi di Aceh. Mereka inilah yang nantinya bakal jadi ujung tombak sekaligus penghubung di lapangan.
Nah, siapa saja yang hadir? Cukup banyak, dan mewakili sektor-sektor krusial. Mulai dari Kementerian Dalam Negeri, Pekerjaan Umum, sampai Perhubungan. Lalu ada juga Sosial, Keuangan, dan BUMN. Untuk urusan komunikasi dan digital, hadir perwakilan dari kementerian terkait plus PT Telkomsel. Tak ketinggalan, sektor vital seperti listrik diwakili PT PLN, sementara isu pendidikan dan kesehatan hadir melalui Kemendikdasmen serta Kementerian Kesehatan. Kementerian PPPA dan Danantara juga turut serta dalam koordinasi ini.
Menurut TA Khalid, rapat ini bukanlah yang pertama kalinya. Ini adalah tindak lanjut dari sebuah pertemuan koordinasi di Banda Aceh pada 30 Desember 2025 lalu, yang waktu itu dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad. Fokusnya jelas: penanganan dan pemulihan banjir di Sumatra, dengan Aceh sebagai prioritas.
“Para PIC yang hadir hari ini akan menjadi penghubung utama antara kementerian/lembaga dengan Satgas DPR RI dalam menyusun dan melaksanakan langkah-langkah pemulihan pascabencana secara terpadu,”
ujar TA Khalid dalam keterangannya pada Selasa (6/1).
Artikel Terkait
Hellyana Diperiksa 10 Jam, Status Resmi Jadi Tersangka Ijazah Palsu
Ramalan Kematian Trump di The Simpsons Ternyata Hoaks, Produser Buka Suara
Indonesia Dukung Upaya Saudi Fasilitasi Dialog Damai di Yaman Selatan
Mengapa Kita Lebih Mudah Berharap Daripada Bersyukur?