"Keberhasilan rantai dingin tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan infrastruktur, tetapi terutama oleh kualitas pengelolaan usaha," tuturnya.
Pendapat serupa datang langsung dari para pengelola koperasi yang telah berpengalaman. Sugito dari KSU Mina Barokah Juwana, Pati, membagikan pelajaran berharga bahwa kesuksesan operasional kendaraan berpendingin bergantung pada beberapa faktor krusial, mulai dari ketersediaan hasil tangkapan, perhitungan biaya distribusi yang presisi, hingga kualitas SDM.
"Pengelola yang berintegritas dan pengemudi yang jujur, usahanya jadi lancar," kata Sugito.
Membangun Fondasi dari Visi Bersama
Pengalaman serupa diungkapkan oleh Wading, pengelola Koperasi Mina Muara Sejahtera. Ia melihat bahwa kesamaan visi dan komitmen yang kuat di antara para pengurus menjadi fondasi utama. Menurutnya, integritas akan melahirkan rasa tanggung jawab dalam mengelola aset bersama, seperti cold storage yang mereka operasikan.
"Ini faktor keberhasilan usaha yang dikelola koperasi," ujarnya.
Program Kampung Nelayan Merah Putih sendiri merupakan terobosan pemerintah untuk mentransformasi kawasan tradisional menjadi pusat perikanan yang modern dan produktif. Pembangunan berbagai fasilitas pendukung, dari dermaga hingga balai pelatihan, menunjukkan pendekatan yang holistik. Dengan dukungan penuh dan pembelajaran berkelanjutan, diharapkan penguatan rantai dingin ini dapat benar-benar dirasakan dampaknya oleh para nelayan, baik dalam bentuk peningkatan pendapatan maupun kualitas hidup yang lebih baik.
Artikel Terkait
ENVY Rencanakan Akuisisi 99% Saham Delapan Media Komunikasi
IHSG Turun 0,94% ke 7.097,06, Mayoritas Sektor Tertekan
Harga Minyak Melonjak, Saham Migas Bergairah di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Pemerintah Kurangi Hari Operasional Program Makan Bergizi Gratis demi Efisiensi