Jumat sore (27/3/2026) menutup pekan dengan sentimen yang kurang bersahabat bagi pasar modal kita. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terperosok ke zona merah, menyerah dengan penurunan 67,03 poin atau sekitar 0,94 persen. Posisinya terhenti di level 7.097,06.
Suasana pelemahan ini terasa cukup dominan. Dari sekian banyak saham yang bergerak, hampir empat ratus kode tercatat melemah. Angkanya tepatnya 396. Yang menguat? Hanya 292. Sementara itu, tak kurang dari 270 saham lainnya cenderung diam, stagnan tanpa arah yang jelas.
Nilai kapitalisasi pasar pun ikut menyusut, terkikis menjadi Rp12.516 triliun. Di lantai bursa, aktivitas perdagangan tetap ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 1,37 juta kali. Total volumenya sendiri mencapai 18,85 miliar saham, dengan nilai tukar yang berputar sekitar Rp11,67 triliun. Angka yang tidak kecil, tapi tetap saja tak cukup untuk mendongkrak indeks.
Memang, mayoritas papan sektoral memancarkan warna suram. Tapi, ada sedikit cerah di tengah awan kelabu. Tiga sektor justru mampu bertahan dan mencetak keuntungan: energi, konsumer nonsiklikal, dan kesehatan. Mereka masing-masing menguat tipis, 0,35 persen, 0,01 persen, dan 0,12 persen. Peningkatan yang memang kecil, tapi setidaknya memberi variasi.
Artikel Terkait
Harga Minyak Melonjak, Saham Migas Bergairah di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Pemerintah Kurangi Hari Operasional Program Makan Bergizi Gratis demi Efisiensi
Laba Bersih CSRA Melonjak 27,7% Didorong Kenaikan Harga CPO
Saham Bakrie Melawan Arus, ENRG dan DEWA Catat Kenaikan Signifikan