Pertama, AMRT. Saham ini sempat menguat 2,26% ke Rp1.810 dengan volume beli yang masih ada, meski mengecil. Analis memperkirakan posisinya sedang dalam wave (iii) dari gelombang [i]. Strateginya adalah Buy on Weakness di rentang Rp1.755-Rp1.800, dengan target Rp1.935 dan Rp1.995. Stoploss-nya di bawah Rp1.705.
Kemudian ada AUTO. Berbeda dengan AMRT, AUTO justru terkoreksi 0,75% ke Rp2.630 dan tekanan jual mulai muncul. Posisinya diduga sedang membentuk awal gelombang [b] dari wave B. Beli di kelemahan (Rp2.440-Rp2.580), target Rp2.700 dan Rp2.790. Jaga stoploss ketat di bawah Rp2.430.
Rekomendasi ketiga adalah INDF. Saham ini tertekan cukup dalam, terkoreksi 2,14% ke Rp6.850 dengan dominasi tekanan jual. Mirip dengan AUTO, posisinya diperkirakan sedang di bagian wave [b] dari wave B. Buy on Weakness di Rp6.600-Rp6.850, dengan target lebih tinggi di Rp7.150 dan Rp7.450. Stoploss: below Rp6.525.
Terakhir, NCKL. Koreksinya relatif kecil, cuma 0,76% ke Rp1.300, dan yang menarik justru disertai volume pembelian. Pada label hitam, posisinya diperkirakan sedang di bagian wave B dari gelombang (B). Beli di Rp1.275-Rp1.295, incar target Rp1.385 dan Rp1.430. Batas risiko di bawah Rp1.255.
Semua rekomendasi itu tentu saja datang dengan catatan: pasar masih fluktuatif. Investor disarankan untuk ekstra waspada dan mengelola risiko dengan baik. (Dhera Arizona)
Artikel Terkait
Puncak Arus Balik Lebaran, Pertamina Siagakan Ribuan SPBU dan Layanan Darurat
Multivision Plus Gelar Rights Issue Rp280 Miliar untuk Ekspansi Bioskop dan Produksi
ABM Investama Fokus Optimalisasi Dua Tambang Andalan di Aceh dan Kalteng
Kemenhub Siaga Penuh Antisipasi Puncak Arus Balik 28-29 Maret 2026