Sabtu lalu, 28 Maret 2026, berita duka kembali datang dari Laut Mediterania. Sebuah kapal yang mengangkut para migran berhasil diselamatkan di perairan dekat Kreta, Yunani. Tapi, kabar itu datang dengan luka yang dalam: 22 orang dilaporkan tewas dalam pelayaran yang penuh penderitaan itu.
Menurut laporan media publik Yunani yang dikutip Anadolu Agency, semuanya berawal dari deteksi. Badan perbatasan Uni Eropa, Frontex, pertama kali menangkap keberadaan kapal itu pada Jumat pagi. Operasi penyelamatan pun digelar.
Hasilnya, 26 orang berhasil dievakuasi dengan selamat ke Pelabuhan Kaloi Limenes. Mereka selamat, namun cerita yang mereka bawa sungguh memilukan. Dari keterangan para penyintas, kapal itu semula berangkat dari Libya dengan membawa 48 jiwa. Perjalanan yang seharusnya membawa harapan, justru berubah jadi mimpi buruk yang berlangsung hampir seminggu.
Cuaca buruk menjadi lawan utama mereka. Kapal itu terombang-ambing tak berdaya di tengah laut selama berhari-hari. Tanpa perlindungan yang memadai, mereka bertaruh nyawa melawan amukan alam.
Artikel Terkait
Gangguan Ginjal Kronis Kini Serang Kaum Muda, Gaya Hidup Jadi Pemicu
Tren Film Indonesia Terinspirasi Kisah Nyata, Sorot Cinta hingga Pengkhianatan
Polres Tapin Panen Perdana Jagung dari Lahan Tidur Milik Polri
LCP 2026 Split 2 Dimulai 4 April, Dua Tiket ke MSI Diperebutkan