Kebakaran di Cianjur Hanguskan 12 Rumah, 31 Jiwa Mengungsi

- Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:45 WIB
Kebakaran di Cianjur Hanguskan 12 Rumah, 31 Jiwa Mengungsi

Kobaran api melumat dua belas rumah di Kampung Pasekon, Desa Cipendawa, Cianjur, Sabtu (28/3/2026) lalu. Peristiwa itu bermula dari sebuah rumah milik seorang nenek berusia 60 tahun. Menurut sejumlah saksi, api sudah terlihat besar di rumah lansia yang tinggal sendirian itu, sebelum akhirnya dengan cepat menjalar ke rumah-rumah tetangga yang letaknya berhimpitan.

Petugas Damkar Kabupaten Cianjur langsung bergerak. Satu unit mobil pemadam pertama meluncur ke lokasi yang berjarak beberapa kilometer dari Pos Damkar Cipanas. Begitu tiba, mereka langsung turun tangan melanjutkan upaya pemadaman yang sebelumnya sudah dilakukan warga dengan peralatan seadanya.

Melihat api tak kunjung reda dan justru makin merembet, petugas menambah kekuatan. Dua unit mobil pemadam lagi dikerahkan ke lokasi. Total, tiga unit mobil dan dua belas personel dikerahkan. Butuh waktu sekitar satu jam bagi mereka untuk akhirnya bisa mengendalikan si jago merah.

Kepala Unit Damkar Wilayah Manajemen Kebakaran 3 Cipanas, Yanto Hermanto, mengonfirmasi tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

"Tidak ada korban jiwa namun tiga orang dibawa ke RSUD Cimacan karena mengalami luka bakar, termasuk seorang ibu lanjut usia pemilik rumah yang pertama kali terlihat kobaran api," katanya.

Dugaan sementara, pemicu awal bencana ini adalah kebocoran tabung gas 12 kilogram di rumah sang nenek. Api dari sana lalu merayap ke rumah-rumah lain. Saat ini, tim gabungan dari Damkar dan Inafis Polres Cianjur masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pastinya.

"Setelah dilakukan pendinginan, kami bersama petugas dari Inafis Polres Cianjur, melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab kebakaran yang membakar rumah warga tersebut," ungkap Yanto.

Dampaknya cukup serius. Sebanyak 18 kepala keluarga atau sekitar 31 jiwa terpaksa mengungsi. Mereka saat ini menempati masjid terdekat sebagai tempat penampungan sementara. Bagi mereka, yang tersisa hanyalah pakaian yang melekat di badan. Hampir tak ada harta benda yang sempat diselamatkan.

Salah seorang korban, Ucok (52), menceritakan kepanikan saat itu.

"Tidak sempat menyelamatkan barang yang ada di dalam rumah, kami hanya menyelamatkan nyawa anak dan istri, sedangkan sepeda motor dan barang berharga di dalam rumah ikut terbakar semua," kenangnya.

Di balik duka, harapan masih tersisa. Para korban, yang sebagian besar hidup dari penghasilan tak tetap, kini berharap ada uluran tangan dari pemerintah.

"Kami berharap mendapat bantuan dari pemerintah untuk membangun kembali rumah yang nyaris rata dengan tanah, karena sebagian besar pemilik tidak memiliki penghasilan tetap," pungkas Ucok.

Puing-puing dan bau hangus kini masih menyelimuti Kampung Pasekon. Sementara itu, proses pemulihan dan penanganan bagi para korban masih terus berjalan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar