Pasar saham Indonesia masih terasa berat. Di awal pekan depan, Senin 9 Februari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bakal melanjutkan tren koreksinya. Tekanan jual masih mendominasi, dan sentimen pasar terlihat belum sepenuhnya pulih.
Analis dari MNC Sekuritas dalam risetnya, Minggu (8/2), memberikan pandangan yang cukup hati-hati. Mereka menyarankan untuk mencermati area koreksi selanjutnya di kisaran 7.712 hingga 7.785.
"Selama IHSG masih mampu bertahan di atas level support 7.712, peluang untuk menguat ke rentang 8.284-8.440 masih terbuka," tulis mereka.
Namun begitu, waspadai juga jika pelemahan berlanjut. Level support kunci berikutnya ada di 7.547. Di sisi lain, resistance atau penghalang naik berada di 8.214 dan 8.354.
Prediksi ini muncul setelah IHSG benar-benar terkoreksi 2,08 persen ke posisi 7.935 pada pekan lalu. Area koreksi yang sebelumnya diwaspadai pun sudah tercapai semua. Situasinya jelas: pasar masih rentan.
Lalu, saham apa yang bisa jadi perhatian di tengah kondisi seperti ini? MNC Sekuritas punya beberapa rekomendasi untuk perdagangan Senin besok.
Pertama, AMRT. Saham ini sempat menguat 2,26% ke Rp1.810 dengan volume beli yang masih ada, meski mengecil. Analis memperkirakan posisinya sedang dalam wave (iii) dari gelombang [i]. Strateginya adalah Buy on Weakness di rentang Rp1.755-Rp1.800, dengan target Rp1.935 dan Rp1.995. Stoploss-nya di bawah Rp1.705.
Kemudian ada AUTO. Berbeda dengan AMRT, AUTO justru terkoreksi 0,75% ke Rp2.630 dan tekanan jual mulai muncul. Posisinya diduga sedang membentuk awal gelombang [b] dari wave B. Beli di kelemahan (Rp2.440-Rp2.580), target Rp2.700 dan Rp2.790. Jaga stoploss ketat di bawah Rp2.430.
Rekomendasi ketiga adalah INDF. Saham ini tertekan cukup dalam, terkoreksi 2,14% ke Rp6.850 dengan dominasi tekanan jual. Mirip dengan AUTO, posisinya diperkirakan sedang di bagian wave [b] dari wave B. Buy on Weakness di Rp6.600-Rp6.850, dengan target lebih tinggi di Rp7.150 dan Rp7.450. Stoploss: below Rp6.525.
Terakhir, NCKL. Koreksinya relatif kecil, cuma 0,76% ke Rp1.300, dan yang menarik justru disertai volume pembelian. Pada label hitam, posisinya diperkirakan sedang di bagian wave B dari gelombang (B). Beli di Rp1.275-Rp1.295, incar target Rp1.385 dan Rp1.430. Batas risiko di bawah Rp1.255.
Semua rekomendasi itu tentu saja datang dengan catatan: pasar masih fluktuatif. Investor disarankan untuk ekstra waspada dan mengelola risiko dengan baik. (Dhera Arizona)
Artikel Terkait
Harga Emas Pegadaian Naik Lagi, Galeri24 dan UBS Tembus Rp2,9 Jutaan per Gram
Indospring Ekspansi Ekspor ke Pasar Timur Tengah
PT Adhi Kartiko Pratama Ambil Pinjaman Rp100 Miliar dari Bank UOB
PT Surya Permata Andalan Resmi Berganti Nama Jadi Olympus Strategic Indonesia