Multivision Plus Gelar Rights Issue Rp280 Miliar untuk Ekspansi Bioskop dan Produksi

- Sabtu, 28 Maret 2026 | 15:50 WIB
Multivision Plus Gelar Rights Issue Rp280 Miliar untuk Ekspansi Bioskop dan Produksi

Multivision Plus, lewat anak perusahaannya Platinum Cineplex, punya 18 bioskop dengan 50 layar tersebar di Indonesia. Fokus mereka? Justru di kota-kota tier 2 dan 3. Nah, terkait ekspansi itu, emiten dengan kode RAAM ini baru saja mengumumkan rencana penggalangan dana lewat mekanisme rights issue.

Rencananya, mereka akan menerbitkan saham baru hingga 1,36 miliar lembar. Itu setara dengan 20% dari modal yang sudah ditempatkan. Bagi pemegang saham lama yang memilih tidak ikut serta, bersiaplah untuk efek dilusi sekitar 16,67% atas kepemilikan saham.

Lalu, buat apa dana segar itu nantinya?

Manajemen RAAM lewat keterbukaan informasi di akhir Maret 2026 menjelaskan, "Penambahan modal dilakukan oleh perseroan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan dan entitas anak perseroan."

Secara garis besar, dananya akan dipakai untuk dua hal utama: modal kerja perusahaan induk untuk produksi film dan sinetron, serta penyertaan modal ke PT Platinum Sinema. Perusahaan bioskop itu hampir sepenuhnya tepatnya 99,99% dimiliki oleh RAAM.

Namun begitu, detail alokasi dananya masih belum jelas. Perseroan belum mau merinci berapa persisnya yang akan dialirkan untuk pengembangan jaringan bioskop. Informasi lebih lengkap, termasuk harga penawaran rights issue-nya, baru akan dibongkar dalam prospektus. Dokumen itu sendiri masih menunggu persetujuan dari pemegang saham dalam RUPSLB yang dijadwalkan pada 5 Mei mendatang.

Harga pelaksanaannya pun masih jadi tanda tanya. Kalau mengacu harga saham RAAM yang berkisar di Rp206, potensi dana yang bisa digalang mencapai Rp280 miliar. Tapi jangan berharap setinggi itu. Biasanya, harga rights issue ditetapkan lebih rendah dari harga pasar. Tujuannya jelas, agar investor tertarik untuk menebus hak mereka.

Jadi, semua masih menunggu keputusan dari ruang rapat para pemegang saham. Hasilnya nanti akan menentukan seberapa cepat rencana ekspansi 50 teater baru itu bisa benar-benar diwujudkan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar