“Pergerakan seperti itu tidak bisa ‘diperbaiki’ dalam semalam, dan volatilitas masih tinggi. Pasar biasanya membutuhkan waktu untuk mencerna, yang sering kali berujung pada penurunan lanjutan,” jelas Fawad Razaqzada, analis pasar di City Index dan FOREX.com.
Dinamika Geopolitik dan Dampaknya
Di tengah turbulensi pasar, sejumlah perkembangan geopolitik juga menarik perhatian. Rusia dan Ukraina dilaporkan menyepakati pertukaran tawanan skala besar setelah perundingan yang dimediasi AS. Sementara itu, pembicaraan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping disebut berlangsung positif, meski isu sensitif seperti Taiwan tetap menjadi sumber ketegangan. Pasar juga memantau rencana perundingan AS-Iran yang dijadwalkan berlangsung di Oman.
Prospek dan Strategi Pelaku Industri
Melihat hubungan historis antara emas dan perak, analis dari JP Morgan berpendapat kecil kemungkinan kedua logam ini bergerak terpisah sepenuhnya. Namun, mereka mengakui bahwa valuasi perak yang sebelumnya sudah tinggi membuatnya sangat rentan terhadap koreksi tajam ketika sentimen berbalik menjadi hati-hati. Bank tersebut memperkirakan batas bawah jangka pendek perak berada di kisaran USD 75-80, dengan potensi pemulihan menuju USD 90 pada tahun depan.
Volatilitas yang luar biasa ini bahkan mendorong perubahan strategi di tingkat industri. Produsen perhiasan global seperti Pandora disebut mulai beralih ke produk berlapis platinum untuk mengurangi eksposur langsung terhadap fluktuasi harga perak yang sulit diprediksi.
Tekanan jual ternyata tidak hanya menyasar emas dan perak. Logam mulia kelompok platinum juga terimbas, dengan platinum spot turun 7,5 persen ke USD 2.057,86 per ons. Paladium pun ikut melemah dengan penurunan sebesar 5,3 persen ke level USD 1.680,50 per ons, melengkapi gambaran hari yang suram bagi keseluruhan sektor komoditas berharga.
Artikel Terkait
Tiga Emiten Siap Bagikan Dividen Tunai Rp13,17 Triliun pada April 2026
Pendapatan Paradise Indonesia Melonjak 32,9% Didorong Proyek Ikonik
Ketegangan AS-Iran Dongkrak Dolar, Pasar Waspadai Inflasi dan Suku Bunga
IEA Peringatkan Kerusakan Aset Energi di Timur Tengah Picu Krisis Global