Penurunan jumlah pengangguran secara absolut juga tercermin dalam Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), yang turun menjadi 4,74 persen pada November 2025. Penurunan ini terjadi secara merata, baik pada penduduk laki-laki dan perempuan, maupun di wilayah perkotaan dan pedesaan.
Amalia memberikan penjelasan lebih rinci mengenai angka ini. Apabila kita bandingkan dengan bulan Agustus 2025, maka penurunan dari tingkat pengangguran terbuka pada bulan November 2025 ini adalah turun sekitar 0,11 persen basis point,
ungkapnya.
Sementara itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) yang mengukur proporsi penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi meningkat menjadi 70,95 persen. Meski TPAK laki-laki masih lebih tinggi (84,83%), partisipasi perempuan di pasar kerja juga menunjukkan peningkatan, mencapai 56,91 persen.
Sektor Penyerap Tenaga Kerja Utama
Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tenaga kerja tersebar luas. Hampir semua sektor mengalami peningkatan penyerapan, dengan tiga sektor tradisional pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan tetap menjadi penyumbang terbesar. Namun, sektor yang mencatat pertumbuhan tenaga kerja paling pesat justru adalah akomodasi dan penyediaan makanan minuman, yang menyerap tambahan 381 ribu pekerja. Industri pengolahan dan perdagangan juga mencatat kenaikan yang signifikan.
Profil Pendidikan Pekerja
Data BPS juga memberikan gambaran tentang peningkatan kualifikasi tenaga kerja. Proporsi pekerja dengan latar belakang pendidikan tinggi (diploma ke atas) mencapai 13,01 persen. Meski pekerja dengan pendidikan SD ke bawah masih mendominasi (34,63%), terjadi peningkatan proporsi pekerja dengan latar pendidikan menengah (SMP dan SMK). Tren ini mengindikasikan perlahan namun pasti membaiknya kualitas sumber daya manusia yang masuk ke dalam pasar kerja.
Secara keseluruhan, rilis data ketenagakerjaan ini memberikan gambaran yang cukup optimis. Penurunan pengangguran dan peningkatan pekerja penuh serta pekerja formal menjadi indikator penting bahwa perekonomian masih mampu menciptakan lapangan kerja, meski tantangan dalam meningkatkan kualitas dan kesempatan kerja yang setara tetap perlu menjadi perhatian.
Artikel Terkait
Analis Prediksi IHSG Masih Berpotensi Koreksi ke Level 6.745
Laba Bersih ABM Investama Anjlok 51% di Tengah Tekanan Harga Batu Bara
Pendapatan Trimegah Sekuritas Melonjak 85% Jadi Rp1,68 Triliun pada 2025
BREN Pacu Kapasitas Panas Bumi, Targetkan Lampaui 1 GW pada 2026