Parang Berdarah di Pangkep, Kerabat Bertengkar Usai Minum Ballo

- Senin, 23 Maret 2026 | 10:00 WIB
Parang Berdarah di Pangkep, Kerabat Bertengkar Usai Minum Ballo

Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan diguncang sebuah insiden tragis akhir pekan lalu. Dua pria paruh baya, yang ternyata masih kerabat, terlibat dalam aksi kekerasan berdarah yang dipicu oleh minuman keras. Korban, MR (51), harus dilarikan dengan luka-luka serius, sementara pelaku, AA (56), kini mendekam di tahanan.

Semuanya berawal di Kampung Siloro, Desa Mangilu, Bungoro, Sabtu sore sekitar pukul setengah tujuh. Suasana awalnya tampak biasa saja. Keduanya duduk-duduk di kolong rumah sambil menenggak ballo, minuman tradisional khas Sulawesi Selatan. Tapi, seperti yang sering terjadi, alkohol bisa mengubah segalanya dalam sekejap.

Percakapan santai itu perlahan memanas. Menurut penyelidikan polisi, AA akhirnya tersulut emosi. Pemicunya? Ia merasa dihina setelah MR menyebutnya sebagai "tukang adu domba".

Kanit Resmob Satreskrim Polres Pangkep, Andi Dipo Alam, membeberkan kronologinya.

"Karena tidak terima dan merasa sakit hati, pelaku langsung pulang ke rumahnya mengambil sebilah parang," jelas Dipo kepada awak media, Minggu (22/3/2026).

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar