Kabar baik datang dari Washington untuk industri otomotif Korea Selatan. Pemerintah Amerika Serikat resmi memangkas tarif impor mobil asal Negeri Ginseng. Angkanya turun cukup signifikan, dari 25 persen menjadi hanya 15 persen.
Menurut Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, kebijakan ini sudah berlaku surut sejak 1 November 2025 lalu. Jadi, hitung-hitungannya berlaku mundur. Keputusan ini bukan muncul tiba-tiba, melainkan buah dari perundingan panjang antara kedua negara.
Semuanya berawal dari pertemuan puncak di Gyeongju akhir Oktober lalu. Presiden Lee Jae Myung dan Presiden Donald Trump saat itu berhasil menyepakati kerangka kerja sama perdagangan dan investasi. Baru sebulan kemudian, tepatnya 14 November, nota kesepahaman final ditandatangani. Intinya, Korea Selatan berkomitmen menggelontorkan investasi fantastis senilai 350 miliar dolar AS ke Amerika. Sebagai imbalannya, AS sepakat menurunkan tarif.
Lutnick sendiri yang mengonfirmasi perkembangan terbaru ini lewat unggahan di akun X miliknya.
"Republik Korea telah resmi mengesahkan undang-undang investasi strategis di parlemen," tulisnya.
"Sebagai tanggapan, AS akan menurunkan tarif tertentu berdasarkan kesepakatan tersebut, termasuk tarif otomotif menjadi 15 persen, efektif 1 November. Kami juga menghapus tarif untuk suku cadang pesawat dan akan membuat tarif timbal balik Korea agar setara dengan Jepang dan Uni Eropa," lanjut pernyataan itu.
Jadi, manfaatnya tak cuma untuk mobil. Sektor penerbangan Korea juga dapat angin segar dengan dihapuskannya bea masuk untuk suku cadang pesawat. Langkah ini jelas bisa memberi napas baru bagi ekspor Korea ke pasar AS. Di sisi lain, ini juga menunjukkan hubungan ekonomi kedua sekutu itu makin erat, dengan AS berupaya menyelaraskan perlakuan tarifnya terhadap Korea dengan partner dagang besar lainnya.
Kesepakatan ini, mau tak mau, akan mengubah peta persaingan di pasar otomotif Amerika. Produsen mobil Korea kini punya ruang lebih leluasa untuk bersaing harga. Kita tunggu saja dampak riilnya di showroom-showroom dalam beberapa bulan ke depan.
Artikel Terkait
BI Catat Penurunan Suku Bunga Kredit dan Deposito, Upaya Dorong Pertumbuhan Kredit Berlanjut
Dasco Apresiasi Persiapan Haji 2026, Kartu Nusuk Sudah Dibagikan di Tanah Air
Polri-FBI Ungkap Sindikat Phishing Global, Kerugian Korban Capai Rp350 Miliar
YouTube Patuhi PP Tunas, Batasi Aksen untuk Pengguna di Bawah 16 Tahun