MURIANETWORK.COM - Pasar saham Amerika Serikat mencatatkan penutupan yang beragam pada Rabu (4 Februari 2026), dengan tekanan signifikan pada sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI) yang menarik perhatian utama. Indeks Nasdaq dan S&P 500 terkoreksi, didorong oleh realisasi keuntungan dan kekhawatiran investor terhadap valuasi yang dinilai telah tinggi, meski indeks Dow Jones masih mampu bertahan di zona hijau.
Tekanan pada Sektor Teknologi dan AI
Perdagangan hari Rabu diwarnai oleh aksi jual yang cukup masif terhadap saham-saham unggulan di bidang teknologi. Alphabet, induk perusahaan Google, mengalami penurunan harga saham menjelang pengumuman laporan kuartalannya. Laporan tersebut dinanti pasar untuk mengukur sejauh mana investasi besar-besaran perusahaan di bidang AI telah membuahkan hasil dalam pertumbuhan pendapatan.
Sementara itu, saham Advanced Micro Devices (AMD) mengalami penurunan yang lebih dalam. Tekanan ini muncul setelah perusahaan merilis proyeksi pendapatan kuartalan yang dinilai kurang memuaskan oleh para investor. Proyeksi tersebut juga mengisyaratkan tantangan berat yang dihadapi AMD dalam bersaing dengan dominasi Nvidia di pasar chip AI. Imbasnya, saham Nvidia sendiri ikut terseret pelemahan, dan indeks sektor semikonduktor PHLX menutup perdagangan dengan penurunan yang cukup tajam.
Volatilitas dan Pergeseran Aliran Dana
Volatilitas juga terlihat pada saham Palantir Technologies. Saham perusahaan analitik data ini merosot, membalikkan seluruh kenaikan spektakulernya di sesi sebelumnya yang dipicu oleh penjualan kuartalan yang kuat. Gejolak ini mencerminkan suasana hati pasar yang sedang berusaha mencari keseimbangan baru dalam menilai prospek industri AI.
Artikel Terkait
Pendapatan Trimegah Sekuritas Melonjak 85% Jadi Rp1,68 Triliun pada 2025
BREN Pacu Kapasitas Panas Bumi, Targetkan Lampaui 1 GW pada 2026
CP Prima Catat Laba Bersih Rp424 Miliar, Naik 32% pada 2025
Laba Bersih INKP dan TKIM Berjalan Berbeda Meski Penjualan Sama-Sama Turun Tipis