"OJK memberi perhatian serius soal pengawasan dan integritas ini," lanjut Hasan. Ia menambahkan, pihaknya siap bekerja sama dengan penegak hukum untuk menjaga kepercayaan publik.
Di sisi lain, dari kubu kepolisian, Brigjen Ade Safri Simanjuntak menjelaskan lebih detail. Penggeledahan ini disebutnya sebagai pengembangan dari kasus lama yang sudah inkrah, yaitu yang melibatkan PT MML.
Namun begitu, ternyata bukan hanya Shinhan Sekuritas dan MML yang jadi sorotan. Bareskrim juga masih menyelidiki dua perusahaan lain: PT Narada Aset Manajemen dan PT Minna Padi Aset Manajemen. Mereka mendalami modus operandi yang diduga dipakai dalam praktik manipulasi pasar itu.
Jadi, suasana di industri pasar modal kita sedang cukup tegang. Penggeledahan oleh Bareskrim ini seperti sinyal kuat bahwa pengawasan akan diperketat. OJK, di lain pihak, tampak ingin menegaskan komitmennya walau dengan bahasa yang lebih diplomatis. Semua berpulang pada proses hukum selanjutnya.
Artikel Terkait
Pendapatan Trimegah Sekuritas Melonjak 85% Jadi Rp1,68 Triliun pada 2025
BREN Pacu Kapasitas Panas Bumi, Targetkan Lampaui 1 GW pada 2026
CP Prima Catat Laba Bersih Rp424 Miliar, Naik 32% pada 2025
Laba Bersih INKP dan TKIM Berjalan Berbeda Meski Penjualan Sama-Sama Turun Tipis